Pikiran Rakyat
USD Jual 14.185,00 Beli 13.885,00 | Berawan, 22 ° C

Akhir Maret, Pemkab Bandung Barat Resmi Luncurkan Desa Mart

Cecep Wijaya Sari
Aparatur Sipil Negara Kabupaten Bandung Barat.*/DEDEN IMAN/PR
Aparatur Sipil Negara Kabupaten Bandung Barat.*/DEDEN IMAN/PR

NGAMPRAH, (PR).- Sebanyak 85 dari 165 desa di Kabupaten Bandung Barat tahun ini siap membangun Desa Mart. Pembangunan Desa Mart melalui badan usaha milik desa setempat ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian berbasis masyarakat. 

Kepala Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Potensi Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bandung Barat Deni Ahmad mengatakan, rencananya akhir Maret nanti, pembangunan Desa Mart akan dibuka secara simbolis di tiga titik, yakni Desa Cibedug dan Desa Sukamanah, Kecamatan Rongga serta di Gerai PNPM Kecamatan Cipatat. "Informasi yang kami terima, ada 85 desa yang siap bangun Desa Mart. Mudah-mudahan sisanya segera bisa menyusul," katanya, Rabu 20 Februari 2019.

Deni menjelaskan, pada pekan ini pihaknya akan melakukan asistensi bersama sejumlah desa untuk membahas pembangunan Desa Mart. Sementara itu, sosialisasi Desa Mart sudah dilakukan sejak tahun lalu bahkan langsung disampaikan oleh bupati.

Mekanisme pembangunan Desa Mart, lanjut dia, akan menggunakan standar Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia serta melibatkan Otoritas Jasa Keuangan. Pemerintah desa hanya menyediakan tanah dan bangunan yang ditaksir sekitar Rp 300 juta.

"Sementara untuk aturan ritelnya, akan dilibatkan pihak profesional termasuk ada jaminan dari OJK sebagai pihak yang mengontrol soal keuangan. Pokoknya, 90 persen perputaran uangnya akan berada di desa melalui program ini,” tuturnya.

Menurut Deni, biaya pembangunan Desa Mart bisa menggunakan dana desa yang totalnya sekitar Rp 2 miliar. Jika Desa Mart dibangun, dana desa tidak akan habis begitu saja, tetapi akan kembali ke kas desa melalui pendapatan Desa Mart.

“Dana desa yang besar ini harus juga diimbangi dengan potensi pendapatan. Sehingga bisa menambah untuk pembangunan infrastruktur dan lain-lain yang ada di desa," katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Barat, Maman Sulaeman menuturkan, pembangunan Desa Mart sudah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, seperti Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, hingga pemerintah desa. Sebab untuk mewujudkan Desa Mart, dibutuhkan kajian dari berbagai aspek serta kesiapan dari sejumlah instansi tersebut.

Dia juga mengungkapkan, para pengusaha minimarket juga bisa dilibatkan di Desa Mart. Namun, hal itu bergantung pada kesiapan mereka. Sebab, Desa Mart bertujuan untuk menyejahterakan ekonomi masyarakat. "Intinya, keberadaan Desa Mart ini harus dirasakan manfaatnya oleh warga setempat, sehingga perekonomian mereka bisa meningkat," ujarnya.***

Bagikan: