Pikiran Rakyat
USD Jual 14.286,00 Beli 13.986,00 | Umumnya berawan, 22 ° C

Tol Bandung-Banjar Masuki Bursa Lelang Mei atau Juni 2019

Novianti Nurulliah
MENTERI PUPR Basuki Hadimoeljono dalam acara Citarum Expo 2019, di Gedong Sabilulungan, Soreang Kabupaten Bandung, Selasa 19 Februari 2019./HUMAS PEMPROV JABAR
MENTERI PUPR Basuki Hadimoeljono dalam acara Citarum Expo 2019, di Gedong Sabilulungan, Soreang Kabupaten Bandung, Selasa 19 Februari 2019./HUMAS PEMPROV JABAR

SOREANG, (PR), - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan, Jalan tol Gedebage Majalaya Garut Tasikmalaya Ciamis Banjar (Bandung Banjar) sepanjang 184 km akan ditenderkan pada Bulan Mei atau Juni tahun ini.  Saat ini pihaknya tengah memproses pengajuan penetapan lokasi (Penlok) untuk diajukan pada pemerintah provinsi Jawa Barat. 

"Tender baru mau mulai nanti Mei atau Juni," ucap dia usai menghadiri Citarum Expo 2019 di Gedung Sabilulungan, Jalan Allah Fathul, Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bandung, Soreang, Selasa 19 Februari 2019.

Pihaknya berkomitmen untuk membangun jalan tol tersebut,  tak hanya sampai Banjar, tol tersebut akan disambungkan menuju Cilacap, Jawa Tengah.

Diakui Basuki sebelumnya, untuk jalan tol di Pulau Jawa kebanyakan investasi, karena Jawa sudah berkembang. Sementara, pihaknya telah menganggarkan Rp 40 triliun pada tahun 2019 untuk pembangunan jalan dan jembatan. Kemudian untuk air, bendungan, irigasi, banjir sekitar Rp 35 triliun.  Kemudian cipta karya sekitar Rp 20 triliun dan perumahan sekitar Rp 9 triliun. Adapun total alokasi anggaran untuk tahun 2019 sebesar Rp 110 triliun. 

Dia menambahkan,  pada 2019 pihaknya  harus memastikan bahwa semua proyek jalan tidak boleh ada yang ditinggalkan tanpa diselesaikan. Lain proyek yang belum selesai dengan proyek yang ditinggalkan. 

Sementara itu, Dirjen Bina Marga Sugiartanto menuturkan, sebelum menyusun penlok pihaknya saat ini tengah mencari trase yang terbaik. Setelah itu baru mengusulkan penlok pada Pemprov Jabar. 

"Dari penlok, baru lelang investasi. Kira-kira kita berharap bulan bulan depan (pengajuan penlok). Sudah kita konsolidasikan dengan pak gubernur kemarin, untuk bantu percepatan pengadaan lahan untuk izin penlok," ujar dia terpisah. 

Nantinya jalan tol tersebut akan dilelang investasi. Pihaknya memang sudah menerapkan lelang investasi untuk pembangunan jalan tol lintas  selatan Jawa. 

Pihaknya mendorong pembangunan jalan tol Bandung Banjar tersebut dikarenakan potensi ekonomi dan pariwisatanya cukup besar. 

Dengan Jalan tol Bandung Banjar tersebut akan tembus hingga perbatasan Cilacap. Tidak tembus spai Cilacap karena tol Cilacap sudah sebagian terdiri dari empat jalur. "Bertahap berikutnya (bisa tembus Cilacap)," ucap dia. 

Target 1.000 km tol

Dia menambahkan,  target 1.000 km jalan tol pada tahun 2019 sudah terrealisasi bahkan melampaui target. Di antaranya jalan tol ke Palembang sepanjang 350 km, Merak ke Surabaya 870 km,Menado-Bitung 40 km, Medan Kualanamu, Medan Bukit tinggi 150 Km.

Terpisah, Kepala Bappeda Jabar taufiq Budi Santoso mengatakan, dalam rangka melancarkan proses pembangunan  jalan tol tersebut, provinsi akan memfasilitasi pelaksanaan pembangunan jalan tol  dimulai dengan sinkronisasi rencana jalan tol serta proses penetapan lokasi. Sementara saat ini penetapan lokasi belum dilakukan. 

Sebelumnya soal penlok, Sekda Iwa mengatakan,  pihaknya sedang menunggu keputusan pemerkasa. Selanjutnya menunggu dari Dirjen Bina Marga memastikan waktu pengajuan penlok pada pemprov Jabar. "Dan kami akan mempercepat secepatnya penlok tersebut sehingga diharapkan di 2019 sudah mulai adanya proses pembebasan lahan dan 2020 diharapkan udah bisa konstruksi," tutur dia.|***

 

 

Bagikan: