Pikiran Rakyat
USD Jual 14.185,00 Beli 13.885,00 | Umumnya berawan, 21.6 ° C

Hewan Lebih Rawan Kena Penyakit Saat Musim Hujan, Kenali Tanda dan Cara Mengobatinya

Ririn Nur Febriani
RIRIN NF/PR
RIRIN NF/PR

CIMAHI, (PR).- Masyarakat harus lebih waspada di musim hujan karena banyak penyakit yang bisa menyerang anjing dan kucing. Udara yang lembab pada musim hujan akan meningkatkan pertumbuhan jamur, bakteri, dan virus yang dapat menyebabkan beberapa penyakit.

Menurut Plt. Kepala Puskeswan Kota Cimahi, drh. Irfan Fajar, pada musim hujan muncul di antaranya penyakit Feline Rhinotracheiti, atau flu kucing yang disebabkan oleh virus herpes yang menyebabkan masalah pada saluran napas bagian atas.

"Di Puskeswan ini, cukup banyak menangani kasus flu kucing. Dari awal Januari kemarin, sudah ada 141 kasus flu kucing yang ditangani," ujarnya, di Jalan Sukimun Kota Cimahi, Selasa 19 Februari 2019.

Bersin yang tidak terkontrol menjadi salah satu gejala yang dialami. Selain itu juga keluarnya lendir bening atau hijau dari hidung, hilang kemampuan mencium bau, mata mengeluarkan kotoran, radang mata, seringkali kucing lebih suka memejamkan mata, demam, lemas dan keguguran.

"Kalau terlambat ditangani ya menyebabkan kematian terhadap hewan. Salah satu cara mencegahnya adalah melakukan vaksinasi secara rutin pada kucing peliharaan," ucapnya.

Leptospirosis dapat menyerang anjing, kucing dan juga manusia. Penyebabnya adalah bakteri Leptospira sp. yang umumnya terdapat pada air seni tikus. Penularan terjadi melalui kontak langsung dengan urin anjing dan kucing yang infeksi, kontak kelamin pada saat pacak atau musim kawin dan luka gigitan. Penularan secara tidak langsung terjadi karena  terkontaminasinya  sumber air, tempat makan minum dan kandang. Bakteri ini menyebabkan kerusakan pada hati dan ginjal. 

Tingkat kematian tinggi

Gejala yang terlihat yaitu kulit hewan menguning, muntah dan diare. "Tingkat kematian karena penyakit ini sangat tinggi sehingga penting untuk anjing dan kucing  peliharaan divaksin," ucapnya.

Penyakit pneumonia merupakan radang pada paru-paru yang umumnya disebabkan oleh bakteri. Penyakit ini seringkali menyerang anak kucing maupun anak anjing, meski hewan dewasa tetap berisiko terkena penyakit ini. Gejala yang timbul yaitu batuk, penurunan nafsu makan, serta kesulitan bernapas. 

"Kebiasaan hewan peliharaan sering tidur dilantai tanpa tempat tidur atau hewan peliharaan yang terkena angin dingin meningkatkan resiko timbulnya penyakit ini," ucapnya.

Tak hanya menjangkiti hewan peliharaan, hewan liar terutama rentan terpapar penyakit. Bahkan, hewan bisa menjadi vektor penyebar penyakit berbahaya seperti rabies, skabies, dan cacingan yang bisa menjangkiti manusia (zoonosis).


Penyakit yang paling berbahaya hingga menyebabkan kematian bila menyerang manusia yaitu rabies. Di Kota Cimahi hingga saat ini belum pernah muncul kasus rabies, namun di daerah perbatasan di Kab. Bandung Barat muncul kasus gigitan anjing terhadap manusia  yang disebabkan virus rabies sehingga harus segera diantisipasi.  

"Tentu rabies yang harus sangat diwaspadai. Ketika terjangkit rabies, sulit dilakukan pengobatan karena tidak ada obatnya," ungkapnya.
Tak hanya anjing dan kucing, hewan lain yang bisa jadi penyebab rabies yakni kera dan musang. Semua hewan tersebut juga kerap menjadi hewan peliharaan.

Untuk itu, hewan liar maupun yang dipelihara wajib mendapatkan vaksin setahun sekali untuk meningkatkan daya tahan terhadap virus rabies.

"Hewan peliharaan bisa jadi perantara rabies kalau ada kontak langsung dengan hewan-hewan liar yang sudah terkena rabies, jadi wajib divaksin juga," tuturnya.

Sedangkan untuk penyakit skabies dan cacingan yang diderita hewan khususnya anjing dan kucing, tak sampai menyebabkan kematian jika menjangkiti manusia.

"Skabies itu penyakit kulit, jadi biasanya karena hewan yang tidak dirawat. Tidak terlalu berbahaya, tapi mengganggu. Jadi penderitanya gatal-gatal dan iritasi, mungkin selama seminggu. Menurunkan produktifitas," ujar dia.***

Bagikan: