Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Cerah berawan, 30.1 ° C

Polisi Tangkap 14 Warga Terkait Video Konvoi Sepeda Motor Bawa Senjata Tajam di Majalaya

Handri Handriansyah
Senjata tajam/DOK PR
Senjata tajam/DOK PR

SOREANG, (PR).- Jajaran Kepolisian Resor Bandung mengamankan 14 orang dalam video konvoi di Majalaya yang sempat viral sejak dua hari terakhir. Sesuai adegan dalam video tersebut, 4 orang di antara mereka mengakui membawa senjata tajam saat berkendara di atas sepeda motor.

Kapolres Bandung Ajun Komisaris Besar Indra Hermawan mengatakan, 14 orang tersebut diamankan lewat penggerebekan di sebuah rumah di Majalaya. "Tim gabungan Polres Bandung dan Polsek Majalaya melakukan penggerebekan pada Sabtu (16 Februari 2019) sekitar pukul 21.00 WIB," ujarnya di sela-sela acara Milenial Road Safety Festival di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu 17 Februari 2019.

Menurut Indra, pihaknya kini masih mendalami motif orang-orang itu dalam merekam dan menyebarkan video ketika mereka tengah berkonvoi mengendarai bebera sepeda motor sambil mengacungkan senjata tajam. Apapun alasannya, Indra menegaskan bahwa video tersebut telah menimbulkan kepanikan dan rasa takut di masyarakat.

Seperti diketahui, video tersebut memang seolah memperlihatkan ke-14 orang tersebut akan menyerang kelompok lain. Beberapa di antara mereka yang dibonceng, terlihat membawa dan mengacungkan senjata tajam berukuran panjang ke arah orang yang merekam video tersebut.

Berawal dari pengeroyokan

Berdasarkan penyelidikan awal, Indra tak menampik jika motif orang-orang tersebut terkait dengan kejadian sebelumnya pada 12 Februari 2019. "Sebelumnya memang ada kejadian pemerasan dan pengeroyokan," ujarnya.

Indra menambahkan, kejadian tersebut mengakibatkan seorang korban mengalami luka dan saat ini tengah dirawat di RS Al Ihsan, Baleendah. Dari kejadian tersebut, Indra pun memastikan bahwa Polsek Majalaya sudah menangkap empat orang tersangka pelaku.

Di satu sisi, Indra membenarkan bahwa kemungkinan ke-14 orang yang membuat video tersebut adalah rekan korban. Dalam video berdurasi sekitar 30 detik tersebut, mereka hanya terlihat berjaga-jaga di lingkungannya sambil berkonvoi dengan sepeda motor.

Namun beberapa orang yang terlihat mengacungkan senjata tajam harus diakui membuat masyarakat khawatir karena berpikir seolah Majalaya tengah mencekam dengan tawuran antar berandalan bersepeda motor. Apalagi beberapa orang dalam video tersebut terlihat seperti dalam pengaruh minuman keras.

Kapolda Jabar Inspektur Jenderal Agung Budi Maryoto menanam pohon di sela-sela acara Milenial Road Safety Festival di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu (17/2/2019)./HANDRI HANDRIANSYAH/PR

Majalaya tak mencekam

Indra menegaskan bahwa video tersebut sama sekali tak menunjukkan kondisi Majalaya pada kenyataannya. "Majalaya kondusif dan tidak ada kejadian mencekam. Kejadian sebelumnya adalah murni kriminal dan sudah ditangani," ujarnya.

Kepada masyarakat, Indra mengimbau untuk selalu bekerja sama untuk menjaga lingkungan agar aman dan nyaman. Oleh karena itu hal-hal yang bisa menimbulkan kepanikan dan ketakutan, justru harus dihidari.

"Yang pertama saya imbau masyarakat untuk sama-sama menjaga lingkungan, yang kedua jangan pernah toleransi miras. Sedangkan yang ketiga, kami pastikan segala bentuk kekerasan di jalan raya akan kami tindak dengan tegas," tutur Indra.

Merah putih 1.000 meter

Sementara itu gelaran Milenial Road Safety Festival di Stadon Si Jalak Harupat Minggu 17 Februari 2019 sendiri belangsung sangat meriah. Puluhan ribu milenial Kabupaten Bandung hadir dan berpartisipasi langsung dalam acara tersebut.

Salah satu pemandangan yang menarik perhatian adalah ketika mereka ikut serta membentangkan bendera merah putih sepanjang sekitar 1.000 meter, mengelilingi stadion. Selain itu, 25 polsek yang berada di bawah komando Polrse Bandung juga membalas antusiasme tersebut dengan menyediakan makanan gratis bagi para peserta dan pengunjung acara.

Tidak terkecuali Polsek Cimaung yang menyuguhkan penganan khas wilayahnya seperti ubi ranting, keripik singkong, kerupuk celup (anclom) dan beberapa makanan tradisional lain. "Selain itu kami juga menyediakan makanan berat seperti lontong dan sate," ujar Kapolsek Cimaung Inspektur Satu Joko.

Kapolda Jabar Inspektur Jenderal Agung Budi Maryoto menanam pohon di sela-sela acara Milenial Road Safety Festival di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu (17/2/2019)./HANDRI HANDRIANSYAH/PR

Sementara itu Kapolda Jabar Inspektur Jenderal Agung Budi Maryoto mengapresiasi kemeriahan Milenial Road Safety Festival di Kabupaten Bandung. Apalagi dengan animo yang tinggi dari kaum milenial di daerah ini yang hadir dan ikut aktif mengisi sejumlah rangkaian acara.

Agung berharap, antusiasme itu nantinya berujung pada semakin disiplinnya kaum milenial dalam berlalu lintas. Dengan begitu, tingkat kecelakaan dan korban dari kalangan milenial pun terus berkurang.

Kegiatan serupa, kata Agung, akan berlanjut di Kabupaten Garut pekan depan dan terus berlanjut ke daerah lain setiap pekan sampai puncaknya tingkat Jabar akan dilangsungkan di Lapangan Gasibu, Kota Bandung pada 24 Maret. "Ini merupakan kegiatan yang digagas oleh Mabes Polri sejak 2 Februari lalu dan untuk nasional puncaknya akan digelar di Jakarta pada 31 Maret 2019," ujarnya. ***

Bagikan: