Pikiran Rakyat
USD Jual 14.353,00 Beli 14.053,00 | Sebagian berawan, 22.7 ° C

Polisi Malaysia Pastikan Nuryanto Korban Mutilasi, Dadang Nasser Belum Tentukan Langkah

Handri Handriansyah
TEMPAT kejadian perkara/DOK. PR
TEMPAT kejadian perkara/DOK. PR

SOREANG, (PR).- Bupati Bandung Dadang Nasser berharap kepolisian Malaysia bisa mengusut tuntas kasus mutilasi yang menewaskan dua warga Kabupaten Bandung, Nuryanto (37) dan Ai Munawaroh (27) beberapa waktu lalu.

Ia yakin Polri akan melakukan upaya maksimal dalam membantu polisi Malaysia dalam penanganan kasus tersebut.

Meski belum menerima informasi secara utuh, Dadang Nasser mengucapkan belasungkawa untuk keluarga kedua korban.

"Saya, atas nama Pemkab Bandung, turut prihatin dan berbelasungkawa untuk keluarga korban," ujarnya di Masjid Alfathu, Soreang, Jumat 15 Februari 2019.

Dadang Nasser mengatakan, Pemkab Bandung belum bisa menentukan langkah apa yang bisa dilakukan untuk membantu penyelesaian masalah tersebut. Saat ini, ia masih mengumpulkan informasi detail soal kejadian tersebut.

Meski demikian, Dadang Nasser berharap kepolisian kedua negara bisa segera mengungkap cerita di balik pembunuhan keji tersebut. Dengan begitu modus dan motifnya bisa disampaikan kepada publik.

Polisi pastikan identitas Nuryanto

Pengusaha kain asal Baleendah, Nuryanto dan warga Kecamatan Kutawaringin, Ai Munawaroh diduga sebagai korban mutilasi di Malaysia.

Hal itu terkuak ketika kepolisian Malaysia menemukan potongan dua jenazah korban mutilasi di Sungai Buloh, Selangor.

Dugaan bahwa potongan kedua jenazah tersebut merupakan Nuryanto dan Ai Munawaroh muncul setelah keluarga Nuryanto mengungkapkan bahwa Nuryanto tengah berada di Malaysia saat itu dan sudah hilang kontak sejak beberapa hari sebelumnya.

"Klien kami berangkat ke Malaysia pada 17 Januari 2019 dan direncanakan kembali ke Indonesia pada 23 Januari," ujar kuasa hukum Nuryanto, Hermawan.

Meski demikian, Hermawan menegaskan bahwa Nuryanto hilang kontak dengan keluarganya sejak 22 Januari 2019. Setelah dicek, Nuryanto pun tidak pernah keluar dari Hotel Bukit Bintang dan terbang kembali sesuai jadwal pada 23 Januari.

Saat potongan jenazah ditemukan pada 26 Januari 2019, kata Hermawan, keluarga sudah menduga bahwa salah satunya adalah Nuryanto. Oleh karena itu, tim kuasa hukum keluarga berangkat ke Malaysia pada awal Februari 2019 untuk memastikan.

Ketika itu, keluarga semakin yakin dengan ditemukannya telefon seluler milik Nuryanto. Namun mereka tetap harus menunggu kepastian hasil tes DNA yang rencananya baru keluar dua pekan kemudian.

Kembalikan meski belum utuh

Kendati begitu, beberapa hari lalu kepolisian Malaysia menemukan potongan tangan laki-laki yang diduga milik Nuryanto. Dari hasil tes sidik jari pada tangan tersebut, kepolisian Malaysia sudah memastikan bahwa salah satu jenazah adalah Nuryanto (37), pengusaha kain asal Kampung Ciodeng Timur, Baleendah, Kabupaten Bandung.

Hermawan mengatakan, keluarga sudah meminta agar jenazah bisa segera dibawa ke Indonesia untuk dimakamkan.

"Berdasarkan permintaan keluarga, tim kuasa hukum sudah meminta agar jenazah segera dikembalikan ke Indonesia," ucapnya.

Terkait pengungkapan kasus, Hermawan menegaskan bahwa keluarga berharap agar bisa segera tuntas dan pelaku dihukum sesuai perbuatannya. Namun mereka memaklumi penyelidikan belum bisa tuntas karena bagian tubuh Nuryanto yang baru ditemukan baru bagian badan dan tangan kiri.

"Sisa bagian tubuh lainnya masih belum ditemukan. Kalau kami menunggu semuanya ditemukan dulu, terlalu lama. Kalau bisa, badan yang sudah ada dikembalikan agar segera dimakamkan," tutur Hermawan.***

Bagikan: