Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Sedikit awan, 20.6 ° C

Sekda KBB Soal Beasiswa Miskin: Ditunda, Bukan Dihapus

Cecep Wijaya Sari
Ilustrasi.*/CANVA
Ilustrasi.*/CANVA

NGAMPRAH, (PR).- Pemerintah Kabupaten Bandung Barat akan memperbaiki penjaringan calon penerima beasiswa kuliah bagi siswa berprestasi dari keluarga tidak mampu. Hal ini dilakukan agar pemberian beasiswa tersebut tepat sasaran.

"Bukan berarti sebelumnya tidak tepat sasaran, tetapi kami akan perbaiki lagi pola penjaringannya agar beasiswa ini diterima oleh mereka yang benar-benar membutuhkan," kata Sekretaris Daerah KBB Asep Sodikin, Kamis 14 Februari 2019.

Ia mengungkapkan hal itu untuk mengklarifikasi berita PR, Rabu 14 Februari 2019, yang berjudul Beasiswa Miskin Dihapuskan. Menurut dia, beasiswa tersebut untuk sementara ditunda lantaran pemerintah daerah tengah merumuskan sistem penjaringan untuk para calon penerima.

Pada tahun-tahun sebelumnya, beasiswa tersebut diberikan bagi lulusan SMA/SMK berprestasi yang tergolong dari keluarga tidak mampu. Syaratnya, calon penerima beasiswa harus terlebih dulu terdaftar di perguruan tinggi negeri yang telah bekerja sama dengan pemerintah daerah.

"Ke depan, calon penerima beasiswa ini tidak harus terdaftar dulu di PTN. Sebab, pasti banyak siswa miskin berprestasi yang untuk daftar kuliah saja tidak mampu membayar. Nah, itu yang menjadi sasaran beasiswa ini nanti," ujarnya.

Para calon penerima beasiswa ini, lanjut dia, bisa dipantau sejak awal mereka masuk SMA/SMK. Sebab biasanya, siswa berpestasi sudah terlihat sejak awal, bukan saat mereka lulus sekolah saja. 

Untuk memantau hal itu, pemerintah daerah juga harus berkoordinasi lebih lanjut dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Sebab saat ini, pengelolaan SMA/SMK menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

"Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya di mana kewenangan SMA/SMK masih ada di pemerintah daerah, sehingga bisa langsung ditangani Dinas Pendidikan KBB. Sekarang sudah di provinsi, sehingga butuh koordinasi lebih lanjut," tuturnya.

Seperti diketahui, beasiswa ke PTN ini sudah diberikan Pemkab Bandung Barat sejak 2015. Ada 5 PTN yang bekerja sama, yakni Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, dan Politeknik Bandung.

Pada tahun pertama, beasiswa diberikan kepada 50 penerima, lalu meningkat menjadi 86 penerima pada 2016, dan 127 penerima pada 2017. Pada 2018, beasiwa awalnya akan dianggarkan pada APBD Perubahan lantaran ada pengalihan kewenangan dari yang semula di Dinas Pendidikan ke Bagian Kessos.

Namun ternyata, tahun lalu dan tahun ini tidak ada lagi beasiswa untuk program tersebut.***

Bagikan: