Pikiran Rakyat
USD Jual 14.223,00 Beli 13.923,00 | Sebagian berawan, 20.4 ° C

PAD Kabupaten Bandung Lambat Pertumbuhannya

Sarnapi
Seorang petugas memegang mata uang rupiah.*/ANTARA
Seorang petugas memegang mata uang rupiah.*/ANTARA

SOREANG, (PR).- Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Yayat Hidayat mengatakan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bandung lambat pertumbuhannya. PAD Kabupaten Bandung hanya berkisar naik puluhan miliar per tahunnya.

"Jumlah PAD kalau dihitung dengan pendapatan dari rumah sakit dan Puskesmas sebesar Rp 840 miliar. Tapi karena rumah sakit dan Puskesmas berbentuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), maka pendapatan sekadar lewat dan tak dihitung sebagai PAD murni sehingga PAD hanya Rp 520 miliar," ucapnya ketika ditemui di ruang kerjanya, Kamis, 14 Februari 2019.

Dengan adanya tunjangan kinerja yang dibayarkan mulai tahun ini, kata Yayat, maka seluruh PAD habis untuk pembayaran tunjangan tersebut. "Dengan adanya tunjangan kinerja ini diharapkan para ASN lebih bersemangat dan bekerja serius untuk menaikkan PAD. Jangan sampai tunjangan besar, tapi kerjanya kurang greget," ucapnya.

Apalagi potensi di Kabupaten Bandung sangat besar khususnya sektor pariwisata. "Memang obyek-obyek wisata dimiliki Perhutani dan Perkebunan, tapi Pemkab Bandung harus kreatif sehingga bisa mendapatkan PAD dari pariwisata itu. Harus ada pendekatan intensif agar Pemkab Bandung tak sebatas menonton ketika pariwisata mulai ramai dengan adanya jalan tol Soreang-Pasirkoja," katanya.

WAKIL Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Yayat Hidayat (tengah berpeci) bersama dengan anggota DPRD Kabupaten Bandung saat kunjungan kerja ke Pemkot Tegal, Kamis, 14 Februari 2019.*/DOKHumas DPRD Kabupaten Bandung

Sektor pariwisata juga bisa dari kreativitas desa-desa untuk mengolah potensi alamnya sebagai obyek wisata. "Apalagi desa-desa sudah mendapatkan dana desa yang besar untuk dimanfaatkan sebagai pengembangan pariwisata. Bukan hanya desa-desa di sekitar Ciwidey melainkan juga di desa-desa seluruh Kabupaten Bandung," katanya.

Untuk meningkatkan PAD itu, DPRD Komisi B DPRD Kabupaten Bandung melakukan kunjungan kerja ke Pemkot Tegal, Jawa Tengah, dari Rabu-Jumat, 13-15 Februari 2019.

"Kami ingin meluruskan pendapat masyarakat yang kerap negatif terhadap kunjungan DPRD, padahal banyak manfaat dari kunjungan untuk diterapkan di Kabupaten Bandung. Kota Tegal memang kecil wilayahnya, tapi andalan pendapatan pada industri rumah tangga, hotel dan restoran, maupun perdagangan dan jasa," katanya.***

Bagikan: