Pikiran Rakyat
USD Jual 14.223,00 Beli 13.923,00 | Sebagian berawan, 20.4 ° C

Bimo Beruang Madu Dilecehkan, Warga Diimbau Berhenti Tonton Sirkus Hewan

Ririn Nur Febriani
BELASAN aktivis penyayang binatang yang mengatasnamakan Masyarakat Anti Sirkus Hewan Indonesia gelar aksi unjukrasa tolak pelecehan seksual hewan beruang madu pada sirkus hewan keliling di Jalan Sisingamangaraja Kelurahan Setiamanah Kota Cimahi, Kamis 14 Februari 2019. */RIRIN N.F/PR
BELASAN aktivis penyayang binatang yang mengatasnamakan Masyarakat Anti Sirkus Hewan Indonesia gelar aksi unjukrasa tolak pelecehan seksual hewan beruang madu pada sirkus hewan keliling di Jalan Sisingamangaraja Kelurahan Setiamanah Kota Cimahi, Kamis 14 Februari 2019. */RIRIN N.F/PR

CIMAHI, (PR).- Belasan aktivis penyayang binatang yang mengatasnamakan Masyarakat Anti Sirkus Hewan Indonesia gelar aksi unjukrasa tolak pelecehan seksual hewan beruang madu pada sirkus hewan keliling di Jalan Sisingamangaraja Kelurahan Setiamanah Kota Cimahi, Kamis 14 Februari 2019. Aksi tersebut didasari keprihatinan terhadap eksploitasi terhadap hewan dengan kedok pertunjukan sirkus.

Aksi unjukrasa berlangsung di depan tenda sirkus keliling yang digelar oleh Wersut Seguni Indonesia( WSI) yang berlokasi di area parkir Cimahi Mall. Sambil berorasi, para aktivis membawa spanduk dan poster yang berisi tulisan Stop Pelecehan Seksual kepada Beruang Bimo, Ban Animal Sirkus, Bimo Bukan Objek Kekerasan Seksual. 

Koordinator Aksi Marison Guciano menjelaskan, pertunjukan sirkus hewan di Cimahi merupakan bentuk kekejaman dan pelecehan terhadap hak-hak azasi hewan. Beberapa waktu lalu, pihaknya merekam langsung perbuatan pelecehan seksual yang dialami beruang tersebut dalam tiap pertunjukan.

"Sungguh tragis, beruang madu adalah hewan yang dilindungi berdasarkan UU Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem. Pawang mempermainkan alat kelamin beruang tersebut sebagai bagian dari pertunjukkan untuk membuat pengunjung tertawa," ujarnya di lokasi.

Menurut Marison, tidak hanya Beruang Bimo, pada pertunjukan itu juga ada Lumba-lumba dan Berang-berang yang turut mengalami eksploitasi. "Mereka dipaksa melakukan perilaku tidak wajar. Seperti Berang-berang dan Lumba-lumba dipaksa melayani sesi foto dengan penonton untuk keuntungan pemilik dan pengelola sirkus," katanya.

Berhenti tonton sirkus hewan

Dia mengajak masyarakat Kota Cimahi agar peduli akan kejadian ini dan tidak lagi menonton sirkus hewan. "Kita sebagai bangsa harusnya malu bahwa kita tidak bisa menghargai kekayaan keanekaragan hayati kita sendiri, dengan sering terjadinya bentuk-bentuk pelecehan seperti yang dialami pertunjukan sirkus," tuturnya.

Pihaknya meminta pengelola sirkus untuk menghentikan kegiatan pertunjukan sirkus di Cimahi karena merugikan hewan tersebut. "Jangan lagi eksploitasi hewan untuk kepentingan keuntungan pribadi," katanya.

Unjukrasa menyedot perhatian masyarakat yang melintas. Namun, sejumlah warga yang sudah kadung membeli tiket pertunjukkan tak bergeming dan tetap melanjutkan kegiatan menonton sirkus.

Sementara, Asisten Manajer Traveling Wersut Seguni Indonesia (WSI) Romy ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya menampung aspirasi dari Masyarakat Anti Sirkus Hewan Indonesia.

"Sebenarnya bukan bermaksud untuk melecehkan Bimo, tapi menunjukkan bahwa Bimo tidak memakai pakaian. Masukan itu kami terima, nanti bagian itu akan kami perbaiki. Tidak setiap saat dilakukan, sesi itu akan dihilangkan," ujarnya.

Pertunjukan sirkus tersebut melibatkan 4 hewan yaitu 2 ekor lumba-lumba, beruang madu, dan berang-berang. Dia mengaku sudah memberikan hak hewan seperti makanan sehat, waktu istirahat, dan lainnya.

Namun, untuk menghentikan kegiatan sirkus keliling tersebut tak bisa dilakukan. Pertunjukan yang berlangsung sejak 14 Januari 2019 itu diklaim sudah mematuhi pedoman dan perijinan. "Kami tetap  memperhatikan kesejahteraan dan kesehatan hewan sirkus," tuturnya.***

Bagikan: