Pikiran Rakyat
USD Jual 14.243,00 Beli 13.943,00 | Hujan petir singkat, 22.6 ° C

Prediksi Panen Raya 1,8 Juta Ton, Bulog Bersiap Ekspor Beras

Novianti Nurulliah
Direktur Utama Bulog Budi Waseso.*/NOVIANTI NURULLIAH/PR
Direktur Utama Bulog Budi Waseso.*/NOVIANTI NURULLIAH/PR

BANDUNG,(PR).- Bulog akan mengekspor beras jika serapan beras dalam negeri melampaui target. Pada panen raya di bulan Maret-April ini Bulog menargetkan serapan besar mencapai 1,8 juta ton. Jika lebih, Bulog akan mengirim beras ke negara-negara yang siap menerima beras impor dari Indonesia.

Direktur Utama Bulog Budi Waseso mengatakan, rencana ekspor beras tersebut mengacu pada prediksi panen raya yang akan datang yaitu mencapai 1,8 juta ton. Jika serapannya ternyata lebih, maka pihaknya akan mengekspornya. Hal itu tentu dilakukan guna menstabilkan harga di dalam negeri dan Bulog pun memiliki kapasitas gudang yang terbatas

"Jangan sampai harga drop di petani, negara tugasnya stabilkan harga," kata dia usai pelantikan Majelis Pembimbing Daerah Kwarda Jabar di Gedung Sate, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Rabu, 13 Februari 2019.

Diakui dia, pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan beberapa negara terkait dengan rencana ekspor tersebut. Rencananya ada lima negara yang akan menerima beras atau membeli beras dari Indonesia. Hal itu tentunya setelah urusan di dalam negeri tuntas yaitu adanya kelebihan serapan.

"Perkiraan-perkiraan nanti kita lihat misalnya kelebihan 100.000 ton maka itu yang akan kita ekspor, kalau kelebihan 50.000 ton itu yang kita ekspor, ya bagaimana kita kelebihan. Sekarang kita sedang data kebutuhan negara penerima. Jika mereka minta 100.000 tapi di kita ada 50.000 ton kelebihannya maka kita kirimnya 50.000 ton," ujar dia.

Lebih jauh, kata Budi, rencana tersebut sebagai bukti bahwa produksi pertanian Indonesia begitu melimpah. Hal itu membuktikan bahwa program pertanian atau swasembada pangan itu berhasil. 

"Nah sekarang bagaimana keberhasilan itu supaya tidak merugikan masyarakat petani dan tetap memberi semangat pasar petani yaitu bagaimana kita tetap bisa memberikan jalan untuk petani mendapat kesejahteraan dari hasil pertanian itu," tutur dia.

Dari semangat tersebut, kata dia harusnya peran tersebut dipikul oleh Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan. 

"Kita bangun sinergitas itu. Jadi kalau nanti ada bawang berlebihan bukan terus harus bulog yang menyerap Ini peran Menteri Perindustrian bagaimana itu menjadi komponen industri yang menjadi komoditas ekspor yang dikelola menteri perdagangan. Kalau ini berjalan dengan baik maka tidak akan ada permasalahan permasalah di negeri ini soal tadi kelebihan produksi," ucap dia.

Dengan demikian, pihaknya harus kerja sama dengan Kementrian Perindustrian dan Perdagangan. Nanti akan ada pembagian peran antara tiga lembaga tersebut. "Kedepan kita tidak lagi ada blunder permasalahan petani, produksinya, harga jatuh. Hal itu enggak akan ada, Insyaallah ya," kata dia.***

Bagikan: