Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Sedikit awan, 20.3 ° C

Sukses Gelar Simulasi, TNI-Polri Percaya Diri Amankan Pemilu

Joko Pambudi
SIMULASI pengamanan potensi kerusuhan.* JOKO PAMBUDI/PR
SIMULASI pengamanan potensi kerusuhan.* JOKO PAMBUDI/PR

CIMAHI, (PR).- Ratusan personel gabungan TNI-Polri melaksanakan simulasi latihan pengamanan Pemilihan Umum Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019 di Lapangan Manunggal Brigif 15/Kujang, Kota Cimahi, Senin 11 Februari 2019. Latihan ini digelar untuk memastikan kesiapan, sekaligus menangkal segala potensi ancaman yang mungkin terjadi.

"Pada intinya, latihan ini memberikan pembekalan pemahaman kepada kita semuanya bagaimana menghadapi ancaman yang mungkin kita hadapi saat Pemilu nanti," ujar Kasdam III/Siliwangi Brigjen TNI Nurchahyanto.

Selain Kasdam III/Siliwangi, kegiatan itu juga dihadiri Irdam III/Siliwangi Kolonel Arm Gausudin Amin Yusuf, Karo Ops Polda Jawa Barat Kombes Pol Leonidas Braksan, Danrindam III/Siliwangi Kolonel Inf Indarto, Asops Kasdam III/Siliwangi Kolonel Inf Ferry Irawan, Dandim 0618/BS Kolonel Inf M Herry Subagyo beserta jajaran Brigif 15 Kujang/II, Wakil Walikota Cimahi Letkol Purn Ngatiana beserta jajaran Pemerintah Kota Cimahi, Wakapolres Cimahi beserta jajarannya, Perwakilan KPU Provinsi Jabar dan Perwakilan KPU Kota Cimahi. 

Sementara latihan diikuti personel dari berbagai satuan yang berada di lingkungan Kodam III/Siliwangi dan Polda Jawa Barat. Seperti dari Batalyon Arhanud 3, Batalyon Kavaleri 4, Batalyon Armed 4, Bekangdam III/Siliwangi, Brigif 15 Kujang, Binmas Polrestabes Bandung,  Kodim 0609/ Kab. Bandung, Kesdam III/Siliwangi, Hubdam III/Siliwangi, Paldam III/Siliwangi, Pomdam III/Siliwangi, Brimob Polda Jabar, Kodim 0618/BS, serta instansi pemerintah seperti Damkar Kota Cimahi dan Satpol PP Kota Cimahi.

Skenario simulasi di antaranya berkaitan dengan penanganan potensi unjuk rasa. Tim gabungan kemudian berupaya melakukan pengendalian massa, termasuk dengan menggunakan kendaraan taktis seperti water cannon untuk menghalau massa. Selain itu, upaya pencegahan serta deteksi gangguan keamanan juga dilaksanakan dengan patroli gabungan Babinsa serta Bhabinkamtibmas.

Nurchahyanto mengatakan, pada dasarnya sinergitas semua lembaga diperlukan dalam mengamankan agenda politik yang akan digelar dalam waktu dekat. Hal itu diperlukan mengingat pengamanan tidak bisa hanya mengandalkan satu instansi saja.

"Tadi sudah ada gambaran, bagaimana Prajurit TNI dan Polri dalam hal ini Babinsa dan Babinkamtibmas bersinergi melakukan tindakan-tindakan pengamanan, di antaranya melakukan patroli wilayah untuk menciptakan situasi yang kondusif yang dilakukan secara bersama-sama," ujarnya.

Hal senada dikemukakan Leonidas Braksan. Dia menuturkan, kegiatan simulasi pengamanan Pilpres 2019 ini, dimaksudkan agar para prajurit TNI maupun Polri dapat memahami langkah dan gambaran pada saat pelaksanaan pengamanan saat Pemilu 2019 yang akan  dilaksanakan pada Tanggal 17 April 2019. Dengan kesiapan ini, Pemilu 2019 Jabar diharapkan bisa berjalan dengan aman, damai dan sejuk.

"Pelaksanaan latihan sebagai bentuk kesiapan dalam mengamankan jalannya Pileg dan Pilpres 2019. Dengan latihan ini juga diharapkan anggota yang bertugas di lapangan tidak ragu-ragu untuk berbuat dalam menghadapi segala ancaman yang kemungkinan akan terjadi," katanya.

Berkaitan dengan pengamanan, dia menambahkan, pelaksanaannya mengedepankan upaya preventif atau pencegahan sebelum terjadinya permasalahan yang akan meluas. Apabila upaya secara preventif tidak dapat dilaksanakan, maka apa yang telah dilatihkan akan dilaksanakan sebagai suatu bentuk tindakan atau langkah-langkah dalam mewujudkan kondisufitas wilayah.

Rencananya, kegiatan yang sama dengan skala lebih besar akan digelar pada tanggal 7 Maret 2019 mendatang di Lapangan Gasibu Kota Bandung.***

Bagikan: