Pikiran Rakyat
USD Jual 14.223,00 Beli 13.923,00 | Sebagian berawan, 20.4 ° C

Pemprov Jawa Barat Akan Berlakukan Absensi Swafoto untuk ASN

Yusuf Wijanarko
ILUSTRASI ASN.*/DOK PR
ILUSTRASI ASN.*/DOK PR

BANDUNG, (PR).- Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini masih menguji coba sistem absensi aparatur sipil negara (ASN) dengan cara swafoto menggunakan kamera smartphone.

"Sampai saat ini masih diuji coba. Namun yang jadi kendala, tidak seluruh ASN mempunyai handphone yang sama. Itu yang sedang kami carikan solusinya. Tidak semua punya, terutama di daerah yang sinyalnya tidak ada," kata Iwa Karniwa di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa 12 Februari 2019.

Iwa Karniwa mengatakan, dengan swafoto, sistem absensi ASN di Jawa Barat akan lebih transparan dan pengumpulan datanya jauh lebih cepat karena menggunakan aplikasi smartphone.

"Sistem absensi ini baru diterapkan untuk meningkatkan kedisiplinan. Absensi yang mengacu pada sistem canggih teknologi informasi ini lebih praktis dan tidak bisa dimanipulasi," kata Iwa Karniwa seperti diberitakan Antara.

Menurut dia, uji coba absensi swafoto akan diterapkan kepada 13.000 ASN di lingkungan Pemprov Jawa Barat, kemudian akan diterapkan kepada 25.000 ASN yang merupakan guru SMA dan SMK di Jawa Barat, tetapi masih dalam tahap uji coba karena sebagian besar absensi masih dilakulan secara manual.

Menghindari kecurangan

Dia mengatakan, Pemprov Jawa Barat masih menyiapkan aplikasi khusus absensi itu terus berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Barat tentang absensi tersebut.

"Jadi, Kepala BKD Provinsi Jawa Barat membahas soal peningkatan disiplin ASN, salah satunya pengembangan sistem informasi mengenai kepegawaian dan absen. Ini masih tahap uji coba. Ini mungkin yang paling canggih," katanya.

Iwa Karniwa mengatakan, absensi dengan swafoto atau memakai sistem face recognition memberikan identitas dan lokasi absensi secara jelas dan swafoto harus dilakukan secara langsung, tidak bisa memakai foto yang disimpan dalam memori smartphone.

"Ini untuk ASN dan non-ASN, paling efektif, kita bisa langsung tahu siapa yang masuk dan tidak karena datanya masuk ke ruangan saya," kata Iwa Karniwa.***

Bagikan: