Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Sebagian berawan, 19.3 ° C

12 Warga Bandung Barat Digigit Anjing Liar, Diduga Pembawa Rabies

Cecep Wijaya Sari
Vaksin rabies terhadap anjing/ANTARA FOTO
Vaksin rabies terhadap anjing/ANTARA FOTO

NGAMPRAH, (PR).- Sebanyak 12 warga Kabupaten Bandung Barat dilaporkan digigit anjing liar yang diduga membawa penyakit rabies. Sejumlah warga ini kini dalam penanganan Dinas Kesehatan serta Dinas Perikanan dan Peternakan Setempat.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan pada Dinas Perikanan dan Peternakan KBB Wiwin Aprianti menuturkan, kedua belas warga tersebut digigit anjing yang sama pekan lalu. Mereka terdiri atas 6 warga Kecamatan Gununghalu,  2 warga Sindangkerta, dan 4 warga Cililin. 

"Dari keterangan para korban, mereka mengaku digigit anjing dengan ciri-ciri yang sama, yaitu berwarna cokelat kemerahan dan ada infeksi di bagian punggung," katanya, Selasa 12 Februari 2019.

Wiwin menuturkan, pihaknya telah memberi vaksin antirabies kepada para korban untuk mengantisipasi tertularnya rabies. Sejauh ini, mereka dalam keadaan baik dan tidak menunjukkan gejala terjangkit rabiea.

Untuk memastikan anjing liar yang menggigit para korban tersebut membawa penyakit rabies, pihaknya menurunkan sejumlah petugas untuk memburu anjing tersebut. Petugas juga dibantu oleh aparat di tingkat desa, kecamatan, bahkan provinsi.

"Perlengkapan bius juga sudah disiapkan untuk ditembakkan jika anjing tersebut ditemukan. Lalu, akan diobservasi di laboratorium selama 14 hari," katanya.

Dosis vaksin rabies

Namun jika anjing tersebut tidak ditemukan, para korban akan kembali diberi vaksin pada 14 hari berikutnya setelah vaksin pertama diberikan. Menurut Wiwin, pemberian vaksin sebanyak 3 kali dengan dengan 1 dosis setiap pekan merupakan standar penanganan untuk mengantisipasi penyakit rabies.

Dia juga mengungkapkan, bagi siapa saja yang digigit anjing liar, dianjurkan untuk mencuci bagian yang digigit dengan sabun pada air yang mengalir selama 15 menit. Hal ini akan membuang virus yang menempel pada bagian kulit yang digigit.

"Selanjutnya, laporkan pada aparat kewilayahan setempat agar kami bisa mengetahuinya dan segera melakukan penanganan lebih lanjut," tuturnya.

Wiwin menambahkan, kasus orang digigit anjing liar memang kerap terjadi, tetapi tidak ada yang sampai positif terkena rabies. Untuk mencegah rabies, pihaknya rutin melakukan vaksinasi antirabies terhadap anjing-anjing peliharaan dan hewan-hewan pembawa rabies lainnya, termasuk kucing.

"Untuk anjing dan kucing peliharaan, sudah 80 persen kami beri vaksin. Untuk anjing dan kucing liar, kami juga berupaya melakukan sterilisasi, bekerja sama dengan sejumlah komunitas pencinta hewan," katanya.***

Bagikan: