Pikiran Rakyat
USD Jual 14.080,00 Beli 13.780,00 | Hujan singkat, 30.7 ° C

PNS di Cimahi Ditangkap Karena Miliki Sabu-sabu

Ririn Nur Febriani
Ilustrasi.*/DOK PR
Ilustrasi.*/DOK PR

CIMAHI, (PR).- Kedapatan memiliki narkoba jenis sabu seberat 0,2 gram, seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan RSUD Cibabat diringkus jajaran Satresnarkoba Polres Cimahi. Selain harus mempertanggungjawabkan perbuatannya lewat proses hukum, status kepegawaian sebagai aparat sipil negara (ASN) pun terancam kena sanksi berat.

Oknum PNS tersebut berinisial S (37), warga Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Kasatresnarkoba Polres Cimahi AKP Sugeng Heryadi mengkonfirmasi adanya penangkapan seorang okunm PNS tersebut.

"Iya benar ada seorang oknum diduga PNS yang kita tangkap karena kepemilikan sabu sekitar 0,2 gram," ujarnya di Mapolres Cimahi, Jalan Jenderal Amir Mahmud, Kota Cimahi, Minggu 10 Februari 2019.

Tersangka S diamankan di sekitar area RSUD Cibabat. Penangkapannya saat jam kerja masih berlangsung. "Sekitar pukul 15.00 WIB, saat digeledah memang menguasai narkoba jenis sabu tersebut," ucapnya.

Oknum ASN tersebut kini sudah diamankan di Mapolres Cimahi. Dia terancam dijerat Pasal 114 ayat (1) dan atau Pasal 111 ayat (1) dan atau Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009.

Ketika dikonfirmasi, Direktur Utama RSUD Cibabat Trias Nugrahadi membenarkan bahwa ada oknum ASN yang ditangkap polisi karena kepemilikan narkoba jenis sabu.
"Iya, kami tidak menampik bahwa itu ada. Seorang PNS," ujarnya saat dihubungi lewat sambungan telepon.

Trias menegaskan, pihaknya akan melaporkan kasus itu kepada Wali Kota Cimahi dan Badan Kepegawaian dan Pengelola Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) untuk diproses lebih lanjut. "Kami akan koordinasikan dengan Pak Walikota dan BKPSDMD. Akan diproses sesuai aturan yang berlaku," katanya.

Dikatakannya, kejadian adanya oknum PNS di lingkungan RSUD Cibabat tentunya menjadi peringatan bagi pegawai lain agar tidak terlibat narkoba, baik sebagai pengedar maupun pemakai. "Ini memberikan efek jera bagi ASN lain, jadi pembelajaran agar jangan sekali-kali dekati narkoba. Kami tidak mentoleransi hal tersebut di lingkungan kerja ini," tandasnya.***

Bagikan: