Pikiran Rakyat
USD Jual 14.331,00 Beli 14.031,00 | Umumnya berawan, 23 ° C

Pedagang Pasar Reungit Minta Pemerintah Perbaiki Kirmir Terdampak Banjir Cilengkrang

Retno Heriyanto
LONGSOR Sungai Cijalupang di wilayah RT 02 RW01 Kel.  Pasirendah Kec. Ujungberung Kota Bandung selain mrngakibatkan banjir juga memutuskan akses jalan Gang Suranta yang menghubungkan RT 01 dan 02.*RETNO HERIYANTO/PR
LONGSOR Sungai Cijalupang di wilayah RT 02 RW01 Kel. Pasirendah Kec. Ujungberung Kota Bandung selain mrngakibatkan banjir juga memutuskan akses jalan Gang Suranta yang menghubungkan RT 01 dan 02.*RETNO HERIYANTO/PR

SOREANG, (PR).- Warga berharap perbaikan kirmir sungai Sungai Cicalobak atau Cijati tidak hanya di lokasi Perum Jatiendah Regency, RT 04 RW 16 Desa Jatiendah Kecamatan Cilengkrang Kab. Bandung. Penanganan banjir bandang di wilayah Kecamatan Cilengkrang Kab. Bandung harus tuntas tidak meninggalkan permasalahan.

Peristiwa ambruknya kirmir Sungai Cicalobak atau Cijati di Perum Jatiendah Regency, RT 04 RW 16 Desa Jatiendah Kecamatan Cilengkrang Kab. Bandung, merupakan kali kedua. “Sebelumnya dua tahun lalu kirmir yang dekat portal yang ambruk dan sudah dilaporkan pihak pengembang maupun pemerintah daerah, tapi tidak pernah dianggap hingga terjadi kirmir ambruk untuk keduakalinya dan mengakibatkan banjir lebih besar,” ujar Nurcholis salah seorang warga Perum Jatiendah Regency, Senin 11 Februari 2019 di sela membersihkan rumahnya yang masih dipenuhi tanah lumpur.

Karenanya, peristiwa banjir bandang kali ini oleh Nurcholis dijadikan kesempatan meminta pemerintah ataupun memaksa pengembang untuk memperbaiki kirmir yang ambruk.

“Sudah 10 tahun lebih saya mendiami rumah, tapi pihak pengembang belum melakukan serah terima, karenanya dengan adanya peristiwa ini ke 47 warga perumahan mengambil hikmahnya agar kondisi aliran sungai ditata dan dilakukan serah terima,” ujar Nurcholis dan lainnya.

RETNO HERIYANTO/PR

Bukan hanya warga Perum Jatiendah Regency, warga lainnya terutama pedagang di Pasar Reungit yang lokasinya tepat di atas tanah tebing yang roboh berharap perbaikin kirmir dilakukan secepatnya dan disemua kirmir yang rusak. “Jangan hanya benteng (kirmir) yang di perumahan, tapi juga yang di pasar (reungit) serta di bagian atas yang juga ada yang sudah ambruk serta retak-retak,” ujar Euis (44) salah seorang pedagang Pasar Reungit yang lokasinya tepat di atas tebing Perum Jatiendah.

Terhadap tuntutan warga tersebut Wakil Bupati Bandung H. Gun Gun Gunawan, S.Si., M.Si., menegaskan hingga kini jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah masih melakukan pengecekan teknis dilapangan. “Nantinya hasil pengecekan dilaporkan ke DPUTR (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) untuk mengambil langkah lebih lanjut,” ujar Gun Gun saat meninjau langsung di lokasi kejadian.

Terhadap kekhawatiran warga akan kembali datangnya banjir susulan, menurut Gun Gun pihaknya sudah memerintahkan langsung membuatan bronjong. Penanganan normalisasi sungai akan dilakukan pihak DPUTR bekerjasama dengan Balai Besar Wilayah Sungai.

Sementara untuk penanganan pasca banjir bandang di Perum Jatiendah Regency, selain melibatkan instansi terkait, juga melibatkan PMI dan Tagana. “Pokoknya semua pihak kita libatkan agar penanganan cepat selesai dan warga korban bencana merasa diringankan beban penderitaannya,” ujar Gun Gun.

RETNO HERIYANTO/PR

Terhadap penanganan banjir bandang Perum Jatiendah Regency, Senin 11 Februari 2019 pihak TNI dan Polri yang terlibat mengalami kesulitan karena tanah lumpur kembali mencair. Tanah dan bebetuan yang sudah dikumpulkan pada Minggu 10Februari 2019 pagi hingga siang kembali terguyur hujan lebat pada malam harinya dan Senin 11 Februari 2019 petang.

Hingga kemari petang, sejumlah bantuan terus berdatangan untuk korban bencana banjir bandang Perum Jatiendah Regency. Selain makanan untuk warga dan petugas yang membantu, juga bantuan obat-obatan, cairan pembersih serta air bersih. ***

Bagikan: