Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 19.8 ° C

KBU kian Rusak, Warga Kota Bandung di Sekitar Aliran Sungai Dihantui Bencana

Retno Heriyanto
RETNO HERIYANTO/PR
RETNO HERIYANTO/PR

BANDUNG, (PR).- Semua sungai berasal dari Kawasan Bandung Utara (KBU) yang mengalir ke Kota Bandung dalam kondisi rawan bencana. Kerusakan lingkungan KBU dan aliran sungai tidak memiliki sempadan sungai menjadi penyebab utama bencana banjir setia musim penghujan.

“Hampir semua aliran sungai yang berasal dari KBU sangat rentan dan rawan lonsor. Bahkan aliran sungai yang berada di kawasan pemukiman kini semakin rentan mengalami longsor, seperti yang terjadi di wilayah Jatihandap tahun lalu hingga mengakibatkan banjir bandang,” ujar Kepala UPT Daerah Aliran Suingai (DAS) Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung, Erni Setiawati, Senin 11 Februari 2019 saat memimpin langsung 90 orang pasukan URC DAS DPU Kota Bandung untuk menangani  longsor kirmir dienam titik sungai Cijalupang di Kel. Pasirendah Kec. Ujungberung Kota Bandung.

Dikatakan Erni, sejak  memasuki musim penghujan jajaran URC DAS DPU Kota Bandung disebar ke sejumlah alirang sungai yang berhulu di KBU dan  berbatasan dengan wilayah Kab. Bandung. “Sedikitnya ada 17 aliran sungai yang berhulu di KBU dan semuanya dalam kondisi kritis, baik saat musim pengujan maupun musim kering, dimana saat musim kering mengalami keretakan dan saat hujan turut sudah dipastikan tergerus dan longsor, karenanya setiap musim pengujan seperti sekarang ini aliran sungai tanpa kecoklatan,” terang Erni.

Daftar sungai rawan bencana

Menambahkan keterangan Erni, Koordinator Penanganan Lapangan UPTD DAS DPU Kota Bandung Aripin, menyebutkan di wilayah barat Kota Bandung, aliran sungai yang dipantau berasal dari kawasan perbukitan Parongpong dan Maribaya Lembang, diantaranya sungai Citepus dan Cikapundung. Wilayah tengah dari Cimenyan, mulai dari sungai Cikaso, Cidurian, dan Cipamongkolan, ke wilayah timur berasal dari kawasan pegunungan Cilengkrang, sungai Cikileuy, Cijalupang, Cipanjalu, Ciporeat, Pasanggrahan, Ciwaru dan Cikidang.

RETNO HERIYANTO/PR

Sementara untuk didalam kota sendiri menurut Aripin, ada sungai Citepus, Cikapundung, Cikapundung Kolot, Cidurian, Cisanggarung, Cikaso, Cicadas, Cinambo, Pamulihan dan lainnya. “Bahkan sungai di wilayah dalam kota tidak hanya rawan longsor dan sedimentasi, tetapi juga sampah domestic,” terang Aripin.

Kondisi umumnya aliran sungai yang mengali ke Kota Bandung menurut Aripin, selain karena kondisi alihfungsi KBU yang menjadi pemukiman dan daerah tangkapan air menjadi perkebunan, diperparah dengan tidak adanya garis sempadan sungai. “Coba saja perhatikan saat ini banyak bangunan yang tepat di sisi benteng kirmir, bahkan di kawasan pemukiman padat bukan hanya disisi kirmir, malah sebagian aliran sungai ditembok dan menjadi bagian dari bangunan tempat tinggal,” ujar Aripin.

Karenanya menurut Erni dan juga Aripin terhadap kondisi yang terjadi setiap musim penghujan, warga Kota Bandung, khususnya yang berada di daerah aliran sungai harus siap siaga menerima akibatnya. Selain kewaspadaan, masyarakat juga dihimbau untuk melakukan antisipasi kemungkinan terjadinya bencana alam lebih besar seperti yang terjadi beberapa dalam tiga tahun terakhir ini.***

Bagikan: