Pikiran Rakyat
USD Jual 14.331,00 Beli 14.031,00 | Umumnya berawan, 23 ° C

Pelajar SMA Buat Industri Tembakau Gorila di Apartemen Asia Afrika

Mochammad Iqbal Maulud
ANGGOTA Ditres Narkoba Polda Jabar saat amankan MRF (18) yang memiliki industri tembakau gorilla di Apartemen Asia Afrika Residence di Jalan Karapitan, Kota Bandung.*/DOK HUMAS POLDA JABAR
ANGGOTA Ditres Narkoba Polda Jabar saat amankan MRF (18) yang memiliki industri tembakau gorilla di Apartemen Asia Afrika Residence di Jalan Karapitan, Kota Bandung.*/DOK HUMAS POLDA JABAR

BANDUNG, (PR).- Sebuah kamar apartemen berhasil diamankan karena terbukti dijadikan pabrikan narkotika jenis tembakau gorila. Kamar apartemen tersebut berlokasi di Apartemen Grand Asia Afrika Residence, yang berada di Jalan Karapitan, Kota Bandung.

Direktorat Reserse Narkoba Polda Jabar akhirnya menggrebek kamar tersebut yang ternyata dimiliki seorang pelajar. Bahkan pelajar yang memilikinya juga berperan sebagai otak dari 'home industry' tembakau gorila yang mematikan itu.

Dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Jabar, Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko saat dikonfirmasi pada Minggu 10 Februari 2019. Menurut Truno, Polda Jabar telah mengamankan MRF (18) sebagai otak dari industri kecil pembuatan barang haram tersebut.

"Pelaku MRF ini merupakan seorang pelajar namun telah bisa membuat narkotika yang berbahaya. Bahkan jika kelebihan dosisnya bisa membuat pemakainya menjadi 'gila' secara permanen," katanya saat diwawancarai di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung.

Menurut Truno‎ pengungkapan narkotika yang juga sering disebut Sintetic canabinoid ini adalah berdasarkan laporan masyarakat. Masyarakat yang melaporkan di antaranya adalah sesama penghuni apartemen mewah yang berada di tengah Kota Bandung tersebut.

"Tim khusus dari Ditres Narkoba Polda Jabar pun langsung melakukan penyelidikan saat mendapatkan laporan ini. Bahkan tim yang juga telah mengumpulkan bahan keterangan stand by di lokasi kejadian selama kurang lebih dua minggu," ucapnya.

"Jadi sekira pukul 22.30 pada Rabu 6 Februari 2019 lalu kami menggeledah kamar yang diduga kuat menjadi pabrikan tembakau gorila itu. Kamar tersebut berada di lantai 18 pada kamar No. 26," katanya menambahkan.

‎Pada operasi penggeledahan tersebut Ditres Narkoba langsung menangkap tersangka MRF. Kemudian ditemukan juga barang bukti yan‎g berada di atas tempat tidur dan di dalam lemari pakaian. Selain itu ditemukan pula barang bukti di dalam laci lemari berupa bahan kimia untuk membuat tembakau gorila.

"Termasuk di laci tersebut didapatkan peralatan-peralatan khusus yang digunakan sebagai alat produksi. Sehingga tersangka pun tidak bisa mengelak saat kami dari Polda Jabar lakukan penangkapan," katanya.

Saat pemeriksaan Ditres Narkoba pun diarahkan oleh petugas keamanan dari apartemen mewah tersebut. "Petugas security bahkan ikut menyaksikan dan membantu proses penggeledahan dari kamar milik MRF ini," katanya.

Karena sudah terbukti secara nyata maka pihak kepolisian pun lanjut Truno langsung membawa tersangka MRF ke Mapolda Jabar. Tentunya hal ini dilakukan untuk mendalami kasus ini, karena bisa dimungkinkan tersangka terlibat jaringan yang lebih besar.

Sementara itu pihak kepolisian pun sejumlah mengamankan barang bukti di antaranya 10 paket sedang gorila dengan berat 175,4 gram. Lalu ada juga 1 paket sedang lainnya dengan berat mencapai 8,74 gram.

‎"Kami juga amankan 1 kilogram tembakau gorila yang disimpan di atas panci, selain itu ada juga 2 buah pil ekstasi yang salah satunya telah hancur. Diduga satu pil yang hancur itu adalah salah satu bahan campuran untuk membuat tembakau gorila," katanya.

‎Pihak kepolisian juga mengamankan 1 paket tembakau gorila dengan bungkus oranye seberat 75,69 gram ditambah 1 paket lainnya dengan bungkus putih. Pada bungkus putih tersebut memiliki berat lebih ringan dari yang bungkus oranye yaitu seberat 28,7 gram.

‎Selain itu Ditres Narkoba Polda Jabar pun mengamankan 6 buah paket besar bahan mentah dengan berat 8 KG. Ditambah ‎8 paket kecil bahan mentah dengan berat 800 gram. Lalu ada juga 6 buah botol alkohol dengan kandungan 96 persen, dan 2 ponsel pintar jenis Oppo dan 1 jenis Samsung.

‎Akibat perbuatannya tersebut tersangka MRF bisa dijerat berbagai pasal tentang narkotika pada UU RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika. Di antaranya Pasal 111,112 dan pasal 114 dengan ancaman pidana maksimal hukuman mati.***

Bagikan: