Pikiran Rakyat
USD Jual 14.080,00 Beli 13.780,00 | Umumnya cerah, 28.5 ° C

Koridor Tambahan Trans Metro Bandung Sudah Dipersiapkan

Siska Nirmala
Trans Metro Bandung.*/DOK PR
Trans Metro Bandung.*/DOK PR

BANDUNG, (PR).-  Kepala UPT Pengelola Angkutan Dinas Perhubungan Kota Bandung, Yudhiana mengatakan saat ini sedang mempersiapkan koridor tambahan terkait permberlakuan pembayaran tarif non tunai pada Trans Metro Bandung (TMB). Sebelumnya dalam 3 koridor sudah ada penaikan tarif TMB yang semula dari Rp 3.000,- menjadi Rp 4.000,- pada senin mendatang.

"Untuk alat pembayaran non tunai kita sudah terpasang, sedangkan untuk alat stamp dari bank belum terpasang di TMB pada koridor yang baru," ujarnya saat On Air di PRFM News Channel, Sabtu, 9 Februari 2019.

Kedepannya akan ada tarif khusus 1 rupiah untuk pengguna TMB dengan kategori tertentu. Di antaranya untuk Buruh, Guru Honorer, dan Veteran, namun sebelumnya harus didaftarkan terlebih dahulu.

"Hanya cukup membayar 1 rupiah menggunakan uang non tunai. Itu berlaku bagi buruh, guru honorer, dan veteran," katanya.

Yudhiana mengatakan saat ini pihaknya mendapatkan bis bantuan dari Kementerian Perhubungan sebanyak 15 buah. Bis bantuan ini akan di operasikan di koridor baru di Kota Bandung.

"Kita ada penambahan koridor, dari yang semula 4 koridor menjadi 5 koridor," ungkapnya.

Selain pada TMB pembayaran non tunai ini akan dilakukan terhadap Bandros. Diperkirakan bulan maret sudah bisa digunakan pembayaran tarif non tunai.

"Untuk Bandros, kemungkinan awal maret sesuai janji dari bank," katanya.

Dengan adanya perubahan tarif ini, pihak yang terkait akan melakukan sosialisasi. Diantaranya melalui beberapa media pers, media sosial serta melalui penempelan poster di TMB.

"Iya kita akan lakukan pemaksimalan sosialisasi. Mudah - mudahan dengan adanya perubahan tarif ini ikut mensukseskan gerakan pemerintah tentang gerakan non tunai," ujar Yudhiana.

"Terkait shelter TMB yang perlu dibersihkan, sejauh ini rekan kita sudah menindaklanjuti keluhan-keluhan masyarakat mengenai ketidaknyamanan di shelter-shelter," ujarnya. (Diki Setiawan/PRFM)***

Bagikan: