Pikiran Rakyat
USD Jual 14.331,00 Beli 14.031,00 | Umumnya berawan, 23 ° C

Banjir Bandang Cilengkrang karena Luapan Air Sungai Cinambo

Handri Handriansyah
BPBD Kabupaten Bandung melakukan evakuasi korban dan rumah warga yang diterjang banjir bandang di Desa Jatiendah, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, Minggu, 10 Februari 2019 dini hari.*/HANDRI HANDRIANSYAH/PR
BPBD Kabupaten Bandung melakukan evakuasi korban dan rumah warga yang diterjang banjir bandang di Desa Jatiendah, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, Minggu, 10 Februari 2019 dini hari.*/HANDRI HANDRIANSYAH/PR

SOREANG, (PR).- Sebanyak 3 korban meninggal dunia dan 3 lainnya mengalami luka akibat banjir bandang di Komplek Jati Endah Regency, Desa Jatiendah, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, Sabtu, 9 Februari 2019 malam. Banjir tersebut juga merusak 12 rumah di mana 2 ambruk dan 10 lainnya rusak sedang.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Sudrajat mengatakan, banjir terjadi akibat  hujan deras yang mengguyur kawasan Bandung Utara sejak Sabtu, 9 Februari 2019 sore.

"Air di Sungai Cinambo akhirnya meluap dan menyapu rumah warga," ujarnya saat dihubungi Minggu, 10 Februari 2019 pagi.

Meskipun demikian, Sudrajat menampik jika luapan air tersebut merobohkan tanggul di pinggir sungai tersebut. Ia melansir bahwa yang ambruk adalah tebing sungai di atas rumah warga.

Korban meninggal, kata Sudrajat, adalah ibu dan anak Nuraini (25) dan Rauvan (17 bulan) serta Firdasari (35). Mereka meninggal akibat tertimbun reruntuhan rumah mereka yang diterjang banjir.

Selain itu satu korban Kiki (12) mengalami berat. Sedangkan dua korban lain Nisa (14) dan Ajay (45) luka ringan.

Setelah melakukan evakuasi terhadap korban sejak Minggu dini hari, BPBD Kabupaten Bandung sendiri kini masih terus melakukan memberikan bantuan evakuasi reruntuhan rumah yang ambruk bersama Basarnas, Dinas Pemadam Kebakaran, pemerintah kecamatan setempat dan sejumlah unsur lain.

Sementara itu salah seorang saksi warga setempat, Ridwan (43) mengatakan, air sungai mulai meluap sekitar pukul 23.00 WIB. "Saya sendiri bersama keluarga tengah berada di dalam rumah," ujarnya.

Tak lama kemudian, kata Ridwan, ia mendengar suara orang berteriak bahwa tanggul jebol. Hanya selang beberapa detik, air pun menerobos masuk ke dalam rumah Ridwan.

"Air langsung masuk ke dalam rumah dan tak butuh waktu lama untuk mencapai ketinggian sedada. Saya lalu berteriak meminta tolong dan keluar dari dalam rumah," kata Ridwan.

Di luar, Ridwan mengaku melihat mobilnya hanyut terseret derasnya air. Begitu pula saat air menerjang empat rumah tetangganya.***

Bagikan: