Pikiran Rakyat
USD Jual 14.285,00 Beli 14.187,00 | Sedikit awan, 21.1 ° C

10 Juta Orang Indonesia Mengidap Diabetes, Jumlahnya Meningkat 40 Persen per Tahun

Hendro Susilo Husodo
PEMERIKSAAN gula darah/REUTERS
PEMERIKSAAN gula darah/REUTERS

NGAMPRAH, (PR).- Setiap tahun, jumlah penderita diabetes di Indonesia menunjukkan tren peningkatan hingga sekira 40 persen. Guna mencegah penyakit gula atau kencing manis tersebut, diperlukan pola hidup yang sehat melalui asupan makan yang baik dan rajin berolah raga.

Hal itu disampaikan Ketua Persatuan Diabetes Dunia (Persadia) Cabang Cimahi Kolonel Jusron Iriawan di sela kegiatan Diabetes Educative Walk di Dodik Bela Negara Rindam III/Siliwangi, Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Minggu 10 Februari 2019.

DIABETES Educative Walk di Dodik Bela Negara Rindam III/Siliwangi, Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Minggu 10 Februari 2019.*/HENDRO SUSILO HUSODO/PR

"Trennya naik terus. Jadi 40 persen itu peningkatannya di Indonesia setiap tahun. Untuk angka pasti di Rumah Sakit Dustira, kami perlu mengeceknya lagi, tapi yang jelas tiap tahun meningkat terus," kata Jusron yang merupakan dokter di Rumah Sakit Dustira, Cimahi.

Pembunuh nomor 6

Menurut Jusron Iriawan, saat ini terdapat sekira 425 juta orang di dunia yang mengidap diabetes. Pada 2040, diperkirakan jumlahnya bertambah menjadi 600 juta orang.

Di Indonesia, kata dia, sudah ada lebih dari 10 juta orang yang terkena diabetes. Sementara di Cimahi dan Bandung Barat, penderita diabetes mengalami peningkatan sekira 10 persen per tahun.

"Diabetes merupakan penyakit nomor 6 yang paling banyak menyebabkan kematian di Indonesia. Penyakit yang paling mematikan nomor satu dan dua yaitu jantung dan stroke, tapi itu tidak berdiri sendiri dan penyebabnya yang terbanyak adalah diabetes," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, diperlukan upaya-upaya pencegahan. Jusron Iriawan menyebut, ada tiga tipe pencegahan yaitu primer, sekunder, dan tersier.

Pencegahan primer ialah dengan menyosialisasikan bahaya diabetes kepada masyarakat agar masyarakat dapat mencegah terkena penyakit tersebut.

"Pencegahan sekunder ialah bagi mereka yang sudah terkena diabetes agar jangan sampai terkena komplikasi. Pencegahan tersier untuk mereka yang sudah terkena komplikasi agar jangan sampai bertambah parah. Misalnya, dia terkena luka di kaki, jangan sampai diamputasi," tuturnya.

Educative walk sebagai pencegahan 

Ketua Persadia Wilayah Jawa Barat Ummie Wasitoh mengatakan, kegiatan Diabetes Educative Walk diikuti oleh sekira 1.200 orang yang berasal dari berbagai Persadi di kabupaten/kota di Jawa Barat. Sebagian besar peserta kegiatan, kata dia, juga orang sehat yang ingin mencegah diabetes.

"Kegiatan hari ini ada senam bersama, lalu educative walk yaitu gerak jalan sambil diedukasi mengenai diabetes. Jadi, mereka diberi pertanyaan, kalau jawabannya bagus dapat nilai tinggi. Yang tertinggi yang menang. Rutenya ada tiga, yang naik gunung, ke hutan, dan di sekitar sini buat pasien diabetes," katanya.

Menurut dia, diabetes merupakan penyakit jahat yang dapat merusak dari ujung rambut sampai ujung kaki. Penderitanya bisa sampai dilakukan amputasi, cuci darah, hingga komplikasi. Oleh karena itu, diperlukan pola makan yang baik untuk mencegahnya.

"Ada 3J yaitu jadwalnya, jenisnya, dan jumlahnya harus bagus. Jangan asal makan. Yang kedua adalah berolah raga, apapun olah raganya. Yang ketiga yaitu edukasi supaya bisa dipahami apa itu diabetes, komplikasi, penyebabnya, maupun bagaimana pencegahannya," kata dia.***

Bagikan: