Pikiran Rakyat
USD Jual 14.331,00 Beli 14.031,00 | Umumnya berawan, 23 ° C

DPR Dukung Jalur Tol Khusus Sepeda Motor di Bandung

Muhammad Ashari
PENGENDARA melintas di Jalan Supratman, Kota Bandung, Kamis 3 Januari 2019.  Kawasan tersebut termasuk ke dalam proyek tol dalam kota pertama di Kota Bandung sepanjang 14,3 km yang direncanakan beroperasi tahun 2021.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR
PENGENDARA melintas di Jalan Supratman, Kota Bandung, Kamis 3 Januari 2019. Kawasan tersebut termasuk ke dalam proyek tol dalam kota pertama di Kota Bandung sepanjang 14,3 km yang direncanakan beroperasi tahun 2021.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

JAKARTA, (PR).- Ketua DPR Bambang Soesatyo mengungkapkan rencana PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) membuat jalan tol yang dilengkapi fasilitas untuk kendaraan roda dua di Medan dan Bandung.

Bambang Soesatyo mengungkapkan rencana CMNP itu setelah menerima Direktur Utama PT CMNP Tito Sulistio di ruang kerjanya, Kamis 7 Februari 2019.

Bambang Soesatyo mengatakan, Tito menyampaikan rencana jalan tol yang akan dibuka CMNP Group di Medan dan Bandung dalam pertemuan tersebut.

PENGENDARA menembus aliran air banjir "Cileuncang" di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Kamis, 13 Desember 2018. Keadaan yang disebabkan  buruknya sistem drainase tersebut menghambat aktivitas lalulintas serta membahayakan pengendara khususnya sepeda motor. ARMIN ABDUL JABBAR/PR

Di Medan, jalan tol dalam kota sepanjang 11 kilometer akan dibangun menyusuri Sungai Deli, dari Maimoon sampai ke Binjai. Pembangunan tol di Medan akan berlangsung pada Juni 2019 mendatang.

Tito juga menyampaikan rencana membuka tol baru di Kota Bandung sepanjang 14 kilometer dari Pasirkoja ke Pasupati. Tol itu akan difasilitasi jalur khusus kendaraan roda dua. Pembangunannya akan segera dimulai pada Maret 2019.

OJEK Online/ANTARA

Bambang Soesatyo mengatakan, dia mendukung rencana PT CMNP untuk memberikan jalur khusus bagi kendaraan bermotor roda dua pada jalan tol yang akan mereka bangun tahun ini di Medan dan Bandung.

"Saya memberikan apresiasi yang luar biasa kepada CNMP selaku pengelola jalan tol yang tidak hanya mengejar keuntungan semata, tapi juga ikut memberi solusi terhadap kesulitan mayoritas rakyat kita yang masih tinggal di rumah-rumah BTN pinggiran kota," ujarnya, Jumat 8 Februari 2019.

Konektor untuk masyarakat dari pinggiran

Menurut dia, masyarakat yang tinggal di rumah BTN pinggiran kota itu umumnya hanya memiliki moda transportasi roda dua atau sepeda motor untuk bisa pergi-pulang dari rumah ke tempat kerjanya di kota.

Ia mengatakan, selama ini memang terus mewacanakan supaya jalur bagi kendaraan roda dua disediakan di dalam jalur tol mengingat ada sekira 120 juta kendaraan beroda dua yang masih aktif di Indonesia.

Bambang Soesatyo mengatakan, dalam pertemuan dengannya, Tito menyebut bila membangun jalur khusus untuk sepeda motor di dalam tol tidak akan menimbulkan kerugian dari sisi bisnis. Namun, akan memberikan tambahan pendapatan bagi pengelola jalan tol itu.

Menurut Bambang Soesatyo, biaya untuk membangun ruas jalan tol untuk mobil 2-2-1 kanan kiri per-kilometer di atas tanah datar, kurang lebih Rp 80-Rp 100 miliar per kilometer.

Sementara biaya pembangunan untuk jalur khusus motor dengan lebar 2,5 meter plus 1 meter untuk bahu jalan kanan kiri kurang lebih Rp.30-Rp.50 miliar per kilometer.

"Jika mengacu tarif tol Bali Mandara untuk mobil golongan I Rp 11.500 dan untuk sepeda motor Rp 4.500, itu masih layak," tuturnya.***

Bagikan: