Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Cerah berawan, 29.3 ° C

Pemkab Bandung Beri Tanggapan Adanya Indikasi Aktivitas LGBT

Yusuf Wijanarko
LGBT/REUTERS
LGBT/REUTERS

BANDUNG, (PR).- Warga Kabupaten Bandung dihebohkan dengan terindikasinya aktivitas LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) di sekitar Majalaya dan Paseh. Bahkan di Majalaya, aktivitas LGBT punya slogan Four G merupakan singkatan dari "Gak Gay Gak Gaul".

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Bandung, Kurnia Agustina Dadang Nasser mengaku sudah mengetahui adanya perilaku menyimpang itu. Nia mengatakan, dia mengetahui adanya aktivitas LGBT melalui operasi senyap yang dilakukan Pemkab Bandung.

"Kami perhatikan perkembangannya dan memang agak susah bisa menguaknya karena mereka sangat menjaga komunitasnya. Ketika terendus dan ada gelagatnya, kami langsung bergerak dengan Polsek, Polres, juga dengan bapak-bapak Satpol PP," ucap Nia dalam wawancara yang disiarkan Radio PRFM, Kamis 7 Februari 2019.

LGBT/REUTERS

Nia mengatakan, para pelakunya terkadang mengajak warganet mengikuti aktivitas menyimpang mereka di media sosial. Biasanya, mereka menggunakan kata atau sandi khusus dalam ajakannya.

"Biasanya pada acara-acara musik ditenggarai ada gelagat ke arah sana, kemudian juga ketika ada kumpulan anak-anak pulang sekolah terutama anak SMP. (Mereka) kumpul-kumpul dulu, tidak langsung pulang, sampai malam kumpulnya," kata dia.

Pemantauan di daerah perbatasan 

Dari semua gelagat yang terlihat, Nia terus memantau aktivitas mereka. Bahkan, dia memantau tempat-tempat yang diduga digunakan kelompok LGBT berkumpul.

Dalam kelompok LGBT itu, diduga ada anggota yang masih berstatus pelajar SMP. Oleh karenanya, Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung turut dilibatkan.

"Kami juga memberikan imbauan kepada guru-guru bimbingan konseling untuk melakukan pemantauan dan berjejaring terutama dengan Satpol PP di kecamatan masing-masing atau dengan polsek dan jangan ragu menelepon kami juga dari P2TP2A," kata dia.

Meski praktek LGBT baru terendus di Majalaya dan Paseh, kecamatan lain di Kabupaten Bandung tak luput dari pemantauan. Terlebih, di kecamatan yang berbatasan dengan kota/kabupaten lain karena dikhawatirkan ada migrasi para pelaku LGBT ke Kabupaten Bandung.

"Ketika masyarakat melihat atau mengendus (LGBT), harusnya masyarakat peka dan peduli terhadap sinyal yang mencurigakan ini dan bisa langsung berkoordinasi ke nomor hotline P2TP2A atau ke bapak-bapak di polres atau ke polsek, juga ke Satpol PP," ujarnya.***

Bagikan: