Pikiran Rakyat
USD Jual 14.243,00 Beli 13.943,00 | Berawan, 22.5 ° C

Ratusan Telefon Genggam Diamankan dari Sel Tahanan Rutan Kebonwaru Bandung

Mochammad Iqbal Maulud
SATGAS Gabungan memperlihatkan barang-barang ilegal yang tidak diperkenankan masuk lapas di Rutan Kebonwaru, Rabu 6 Februari 2019. Razia itu digelar sebagai tindak lanjut temuan warga binaan Lapas Kebonwaru yang memiliki ganja 1.5 ton.*/MOCHAMAD IQBAL MAULUD
SATGAS Gabungan memperlihatkan barang-barang ilegal yang tidak diperkenankan masuk lapas di Rutan Kebonwaru, Rabu 6 Februari 2019. Razia itu digelar sebagai tindak lanjut temuan warga binaan Lapas Kebonwaru yang memiliki ganja 1.5 ton.*/MOCHAMAD IQBAL MAULUD

BANDUNG, (PR).- Direktorat Jenderal Pemasayarakatan, dibantu Satgas Kamtib, BNP, BNK dan petugas Rutan Kebonwaru, melakukan razia terhadap warga binaan. Razia itu dilaksanakan di Rutan Kebonwaru, Jalan Jakarta, Kota Bandung sejak Selasa malam hingga Rabu 6 Februari 2019 dini hari.

‎Razia mendadak tersebut merupakan tindak lanjut perintah Direktur Keamanan dan Ketertiban Pusat. Razia bertujuan memberikan terapi kejut dan peringatan‎ bagi warga binaan yang membandel terutama mereka yang masih memiliki barang-barang yang tidak diperkenankan masuk ke kamar tahanan. Barang barang tesebut seperti rice cooker, kipas angin, telefon genggam, setrika, dan kompor.

"Pelaksanaan razia ini adalah langkah serius dari Kementrian Hukum dan HAM dalam menegakkan aturan yang berlaku. Seperti diketahui, banyak sekali barang-barang yang tidak diperkenankan masuk ke ruang tahanan tetapi ternyata digunakan oleh warga binaan," kata Direktur Jenderal Keamanan dan Ketertiban Kemenkumham Lilik Suyandi seusai melaksanakan razia.

Diduga ada keterlibatan orang dalam

Menurut Lilik Suyandi, berbagai jenis barang yang tidak diperkenankan berhasil diamankan. Bahkan di luar yang disebutkan di atas, barang lainnya pun diamankan oleh Satgas Gabungan tersebut seperti speaker aktif, peralatan masak, hingga flashdisk.

"Barang-barang itu kami duga diselundupkan saat pengunjung mendatangi rutan, meski begitu, sepertinya orang dalam dari rutan ikut terlibat dalam pendistribusian barang-barang yang dilarang itu," ucapnya.

Karenanya, kata Lilik Suyandi, Ditjen PAS akan memetakan siapa saja petugas yang dicurigai andil dalam menyelundupkan barang. "Kami akan memperketat pemeriksaan keluar-masuknya pengunjung ke lapas," ujarnya.

Selain itu kata Lilik Suyandi, petugas yang “berkhianat” itu nantinya akan diberi sanksi tegas. ‎"Jangan coba-coba lagi menyelundupkan barang ke kamar-kamar warga binaan karena pemantauan dari Ditjen PAS juga akan diperketat sehingga mereka yang menyelundupkan akan mudah diketahui," ucapnya.

Buntut dari 1,5 ton ganja

Kepala Rutan Kebonwaru Heri Kusrita mengatakan, telefon seluler yang ditemukan kebanyakan berasal dari tahanan pidana umum dan narkotika.

"Mereka yang memiliki ponsel akan dimasukan ke dalam register F. Nantinya mereka akan diperiksa dan akan diisolasi di ruang khusus," katanya.

Razia ini sebenarnya adalah tindak lanjut dari temuan seorang narapidana yang memiliki ganja 1,5 ton di Bogor beberapa waktu lalu. Sementara narapidana tersebut merupakan warga binaan dari Rutan Kebonwaru.

Sebelum dilaksanakan razia, kalangan internal Rutan Kebonwaru pun sudah melaksanakan razia , tetapi karena area rutan yang luas, dilakukan razia lanjutan. Rutan Kebonwaru memiliki 126 kamar sel yang terisi penuh.

Ratusan ponsel dan barang-barang lainnya diamankan di lokasi rutan.‎ Jika dahulu telefon genggam yang diamankan itu adalah jenis lama, kini yang diamankan adalah telefon seluler dengan sistem operasi android dan iOs.

Barang lain yang ditemukan adalah kipas angin dan terminal listrik. ‎Selain, itu puluhan SIM card telefon genggam pun ditemukan. Bahkan satu warga binaan bisa memiliki 2-3 SIM card berbeda. Ditemukan juga berbagai jenis modem eksternal.***

Bagikan: