Pikiran Rakyat
USD Jual 14.223,00 Beli 13.923,00 | Umumnya berawan, 27.7 ° C

Sulit Ditangani, Sampah Liar di Utara dan Selatan Bandung Barat

Cecep Wijaya Sari
Tumpukan Sampah di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, beberapa waktu lalu.*/DEDEN IMAN/PR
Tumpukan Sampah di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, beberapa waktu lalu.*/DEDEN IMAN/PR

NGAMPRAH, (PR).- Sejumlah sampah liar di wilayah utara dan selatan Kabupaten Bandung Barat saat ini masih sulit ditangani. Hal ini akibat terbatasanya armada serta personel pengangkut sampah. 

Koordinator UPT Kebersihan Wilayah Parongpong dan Cisarua Tauhid Nuryonto mengungkapkan, sampah liar muncul lantaran banyak permintaan pengangkutan sampah dari masyarakat belum bisa dipenuhi. "Idealnya, ada 10 armada untuk melayani pengangkutan sampah di Cisarua dan Parongpong. Namun, sekarang yang beroperasional hanya 5 unit," ujarnya, Minggu, 3 Februari 2019.

Menurut dia, saat ini pun banyak daftar tunggu permohonan pengangkutan sampah dari masyarakat. Namun, hal itu belum bisa dipenuhi lantaran aramada pengangkutan sampah yang dimiliki UPT Kebersihan belum mencukupi.

Senada dengan Tauhid, Koordinator UPT Kebersihan Wilayah Selatan KBB, Deri Irawan mengungkapkan permohonan baru dari masyarakat untuk pelayanan sampah ini cukup banyak. Namun, sama seperti halnya di wilayah utara, di wilayah selatan juga hingga kini masih kekurangan armada dan kernet.

"Sudah ada 9 titik yang meminta  pelayanan baru. Namun, lantaran armada di wilayah selatan hanya ada 5 unit, kami  baru layani dua wilayah di Kecamatan Cihampelas, Kampung Sayuran, Desa Mekarmukti," ujarnya.

Sampah liar di wilayah selatan ini juga mendapatkan sorotan dari Satuan Tugas Citarum Harum. Lokasinya, ada di bantaran Sungai Citarum, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin. Sampah tersebut menutupi sekitar 1/3 jalan. 

Komandan Subsektor 1 Sektor 9 Satgas Citarum Harum, Sarwoedi mengungkapkan, tumpukan sampah tersebut sudah ada selama bertahun-tahun dan tidak terlayani pengangkutan sampah. Lantaran tak ada pembuangan sampah sementara, warga sekitar terpaksa membuang sampah ke titik tersebut.

Tak hanya di Rancapanggung, tumpukan sampah juga ada di Desa Bongas, Kecamatan Cililin, dan Desa Kertamukti di Kecamatan Cihampelas. "Tumpukan sampah juga hampir menutupi setengah atau sepertiga badan jalan," ujarnya.

Sementara itu, pada 2018 lalu Pemkab Bandung Barat telah menambah 3 armada truk pengangkut sampah. Dari sebelumnya jumlah 35 armada pengangkut sampah, saat ini KBB memiliki 38 unit armada yang terdiri atas dump truk dan armroll.

Meski demikian, Kepala Dinas Lingkungan Hidup KBB Apung Hadiat Purwoko mengatakan, penambahan 3 truk sampah yang baru juga masih kekurangan kernet dan sopir. Dengan demikian, kendaraan yang beroperasi masih 35 unit.

"Kami akui, sekarang masih kekurangan personel dan armada. Secara bertahap akan kami upayakan untuk ditambah. Namun, kami juga berharap agar masyarakat bisa mengurangi pembuangan sampah ke TPA dengan cara mengelola sampah secara kolektif, seperti mendirikan bank sampah," tuturnya.***

Bagikan: