Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 27.9 ° C

Sidang Pengeroyokan Haringga Sirla, Jakmania Menangis dan Penjual Cuanki Pingsan

Yedi Supriadi
Pengadilan/DOK. PR
Pengadilan/DOK. PR

BANDUNG, (PR).- Suporter Persija Febri Ramadhan (25) dan pedagang cuanki Adang (56) menjadi saksi dalam kasus pengeroyokan Haringga Sirla (23) hingga meninggal pada 23 September 2018 di area luar Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada hari pertandingan Persib.

Febri mengaku, saat itu dia sempat meneteskan air mata karena rekannya sesama Jakmania dianiaya. Sementara Adang pingsan saat melerai pengeroyokan.

Hal tersebut terungkap dalam sidang yang digelar di Ruang II Pengadilan Negeri Bandung Jalan RE Martadinata, Kota Bandung, Kamis 31 Januari 2019.

Selain Febri dan Adang, sidang juga menghadirkan saksi Dede Supriadi (35), suporter Persib asal Ciamis, dan Fitri (20), teman terdakwa Aditya.

Dalam sidang tersebut dihadirkan 7 terdakwa yakni Joko Susilo, Goni Abdurahman, Aditya, Dadang Supriatna, Budiman, Cepi, Aldiansyah.

Dalam kesaksiannya, Febri mengatakan pada hari pertandingan Persib berdarah itu, ia datang sendiri ke Stadion GBLA untuk menyaksikan laga persib vs Persija. Tiba-tiba saja ia mendengar keributan dan melihat terdakwa Aditya mengacungkan kartu keanggotaan suporter Persija dan membakarnya seraya berkata-kata kasar.

Saat kejadian, ia tidak tahu yang dikeroyok itu merupakan temannya sesama suporter Persija karena saat itu, ia datang sendiri.

Hanya, di lokasi kejadian, ia mendengar massa meneriaki Haringga Sirla sebagai suporter Persija. Ia melihat Haringga Sirla dianiaya dan tidak bisa berbuat banyak.

"Saya berdoa saja ketika melihat dia ‎dikeroyok. Saya sampai keluar air mata. Awalnya diam saja dan sempat mau membantu tapi mikir, itu konyol dan akhirnya saya cari polisi," ujar Febri.

‎Setelah melaporkannya kepada polisi, ia kembali ke lokasi kejadian‎ dan melihat kondisi Haringga Sirla sudah mengenaskan. Dari kejadian pengeroyokan, ia hanya melihat Aditya.

"Ada luka berdarah di kepala dan ada kayu di anus. Setelah itu saya berusaha mencari identitas korban dan ternyata Haringga Sirla. Saya melaporkan kejadiannya ke teman-teman saya di Jakarta," katanya.

Ia mengatakan, situasi di lokasi kejadian begitu berkerumun. Menurut dia, massa mencapai angka ratusan. Saat itu, ia sama sekali tidak membawa atribut yang mengidentikkan keanggotannya sebagai suporter Persija.

"Tapi yang memukuli ada beberapa‎. Saya tidak bawa atribut," katanya.

Kesaksian penjual cuanki

Adang, dalam kesaksiannya mengatakan, kejadian itu berada di dekat gerobak cuankinya. Ia tidak bisa memastikan penyebab awal pengeroyokan. Ia juga membantah ada sweeping terhadap suporter Persija.

"Tidak ada sweeping tapi saat itu ada yang berteriak-teriak. Lalu saya lihat awalnya tiga orang yang memukuli, korban masuk ke tempat saya dan orang-orang langsung memukuli. Saya berusaha melerai tapi ‎tiak sanggup sampai akhirnya saya pingsan," katanya. 

Adang merupakan orangtua terdakwa‎ Budiman

Saksi Dede Supriadi asal Ciamis mengaku melihat kejadian. Ia spontan langsung berusaha melerai saat terjadi pengeroyokan.

"Saya lihat ada yang menjatuhkan batu ke kepala korban, darahnnya sampai menciprat. Saat itu, saya spontan langsung mendekat untuk melerai tapi tidak bisa karena kondisinya tidak memungkinkan. Apalagi, saat itu saya memakai atribut Persib," ujar dia.

Usai pemeriksaan saksi, sidang ditunda dan akan dilanjutkan kembali Kamis pekan depan dengan pemeriksaan saksi lainnya. Salah satunya, saksi yang meringankan terdakwa Joko Susilo.

Sejak awal, Joko mengaku tidak ikut memukul Haringga Sirla. Ia berdalih saat itu hanya menolong seorang perempuan yang terjebak di kerumunan massa yang mengeroyok Haringga Sirla.

Belakangan‎ diketahui, perempuan tersebut bernama Laelasari, cucu dari saksi Adang.***

Bagikan: