Pikiran Rakyat
USD Jual 14.007,00 Beli 14.105,00 | Umumnya berawan, 27.3 ° C

Fase Pertama Proyek LRT Monorel Bandung Raya Butuh Rp 5 Triliun

Novianti Nurulliah
Proyek LRT Monorel Bandung Raya/DOK PR
Proyek LRT Monorel Bandung Raya/DOK PR

BANDUNG, (PR).- Kebutuhan pembangunan proyek LRT Monorel Bandung Raya untuk fase pertama, TOD kereta cepat Jakarta-Bandung Tegalluar-Leuwipanjang diperkirakan Rp 5 triliun. Dana tersebut akan dipenuhi oleh pemerintah dan investor sehubungan dengan skema proyek yang menerapkan sistem kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

Direktur Utama PT Jabar Moda Transportasi Endi Roswendi mengatakan, perhitungan tersebut masih harus mendapat persetujuan dari Kementrian Perhubungan. 

"Hitungan sudah, cuma saya belum melihat laporan dari kemenhub. Perkiraan biaya Rp 4-5 triliun untuk 16 km fase satu yang menghubungkan Tegalluar kereta cepat sampai Leuwi Panjang. Rencana itu, kalau disetujui kemenhub," tutur dia usai menghadiri rapat pembiayaan LRT Bandung Raya, di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu, 30 Januari 2019.

Dari jumlah kebutuhan tersebut, lanjut Endi, pihaknya belum memilah-milah porsi yang akan menjadi kewajiban pemerintah maupun swasta. Hal tersebut tergantung dengan investor yang masuk meski untuk sementara pihaknya telah terhubung dengan Wika, Jasa Sarana dan JMT serta beberapa investor luar.

"Tentunya kita akan hitung berapa yang cocok, bagaimana pemerintah kan pemerintah punya kepentingan BUMD/BUMN harus besar (porsi pembiayaan), tapi belum sampai ke sana," kata dia.

Adapun porsi pemerintah, kata dia, ada dua. Yaitu dana untuk menutupi kekurangan dana investasi, ada juga dana yang diberikan pemerintah tiap tahun jika swasta ada kekurangan cash flow atau peneriman. Hal itu akan disokong pemerintah dan soal besaran akan dihitung.

Menurut dia, jika proses pembagian porsi pembiayaan selesai,  tender dan financial closing selesai maka proses konstruksi bisa dimulai. Pasalnya pihaknya mengharapkan secepatnya proyek LRT bisa selesai bersamaan dengan tuntasnya proyek kereta cepat,  bahkan bisa lebih awal selesai.***

Bagikan: