Pikiran Rakyat
USD Jual 14.243,00 Beli 13.943,00 | Sedikit awan, 22.9 ° C

TNI AL Terima 1 Pesawat dan 5 Helikopter dari PT DI

Yulistyne Kasumaningrum
MENTERI BUMN RI Rini M Soemarno, didampingi Dirut PT DI Elfien Goentoro, meninjau satu dari 5 helikopter AKS di Hanggar Rotary Wing KP II PT DI, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Kamis 24 Januari 2019. PT DI menyerahkan satu pesawat CN2335-220 dan 5 helikopter AKS kepada Kementerian Pertahanan untuk TNI AL yang bisa digunakan untuk berbagai macam misi.*/ADE BAYU INDRA/PR
MENTERI BUMN RI Rini M Soemarno, didampingi Dirut PT DI Elfien Goentoro, meninjau satu dari 5 helikopter AKS di Hanggar Rotary Wing KP II PT DI, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Kamis 24 Januari 2019. PT DI menyerahkan satu pesawat CN2335-220 dan 5 helikopter AKS kepada Kementerian Pertahanan untuk TNI AL yang bisa digunakan untuk berbagai macam misi.*/ADE BAYU INDRA/PR

BANDUNG, (PR).- PT Dirgantara Indonesia menyerahkan lima helikopter AKS dan satu pesawat CN235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) kepada Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Kamis 24 Januari 2019. Pesawat tersebut akan digunakan untuk memperkuat TNI Angkatan Laut.

Penyerahan pesawat untuk TNI AL didasarkan atas kontrak pemesanan pada 2013 dan 2014 lalu. Total pemesanan untuk helikopter jenis AKS yaitu 11 unit dan 2 unit pesawat CN235-220 MPA. Penyerahan pesawat telah dilakukan bertahap sejak beberapa tahun lalu.

“Dengan demikian, kami telah menyerahkan 10 helikopter AKS. Sisanya 1 helikopter akan diserahkan tahun ini dengan konfigurasi full anti kapal selam,” kata Dirut PT DI Elfien Guntoro di Hangar PT DI, Kota Bandung.

CN235-220

Elfien Guntoro mengatakan, pesawat CN235-220 MPA dapat digunakan untuk berbagai misi seperti patroli perbatasan dan Zona Ekonomi Eksklusif, pengawasan pencurian ikan dan pencemaran laut, pengawasan imigrasi dan perdagangan manusia, penyelundupan narkoba dan barang illegal, serta pencarian dan penyelamatan korban bencana.

Pesawat tersebut, kata Elfien Guntoro, memiliki beberapa keunggulan yakni dapat lepas landas dengan jarak yang pendek dan di landasan yang belum beraspal atau berumput, mampu terbang selama 10-11 jam dengan sistem avionik glass cockpit, autopilot, dan adanya winglet di ujung sayap agar lebih stabil dan irit bahan bakar.

PESAWAT CN2335-220.*/ADE BAYU INDRA/PR

Pesawat CN235-220 MPA memiliki 2 consoles, 360 derajat Search Radar yang dapat mendeteksi target yang kecil sampai 200 mil laut dan Automatic Identification System (AIS), sistem pelacakan otomatis untuk mengidentifikasi kapal sehingga dapat diperoleh posisi objek yang mencurigakan.

PESAWAT CN2335-220.*/ADE BAYU INDRA/PR

Pesawat CN235-220 MPA dilengkapi IFF  (Identification Friend or Foe) Interrogator dan Tactical Computer System, sistem identifikasi yang dirancang untuk mengetahui pesawat lawan atau kawan yang terintegrasi ke dalam sistem komputer guna menganalisa dan menentukan strategi operasi.

Pesawat CN235-220 MPA dilengkapi pula dengan FLIR (Forward Looking Infra Red) untuk mendeteksi dan mengklasifikasikan target serta mampu merekam situasi di sekitar wilayah terbang untuk evaluasi misi.

Helikopter AKS

Elfien Guntoro memaparkan, helikopter AKS adalah helikopter jenis Panther dengan type AS565 Mbe. Platform helikopter itu merupakan hasil kerja sama industri antara PT DI dengan Airbus Helicopters, Prancis. Untuk fase integrasi AKS, sejak desain hingga pemasangan merupakan hasil karya PT DI.

PT DI akan melakukan proses pemasangan torpedo dan sonar varian terbaru yang disesuaikan kebutuhan TNI AL. PT DI bekerja sama dengan Rotorcraft Services Group (RSG) dan L-3 Aerospace Systems. PT DI bersama Airbus Helicopter, RSG, dan L-3 melakukan engineering collaboration dan rekayasa manufacturing untuk menghasilkan helikopter ini.

HELIKOPTER AKS.*/ADE BAYU INDRA/PR

HELIKOPTER AKS.*/ADE BAYU INDRA/PR

Helikopter AS565 MBe Panther full AKS mampu mendeteksi keberadaan kapal selam yang dilengkapi dengan dipping sonar L-3 Ocean Systems DS-100 Helicopter Long-Range Active Sonar (HELRAS). Sonar HELRAS dapat beroperasi optimal di area laut dangkal dan laut dalam.

“PT DI selalu siap memenuhi pesanan berikutnya dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia maupun TNI dalam rangka mewujudkan kemandirian alutsista TNI. Keberadaan PT DI akan sangat berarti jika setiap produk serta jasa yang dihasilkannya dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh instansi dan lembaga negara di Indonesia, terutama Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan TNI yang selama ini telah menjadi customer terbesar PT DI,” ujarnya.

Produk bermutu tinggi

Menteri BUMN Rini M Soemarno mengapresiasi Kementerian Pertahanan dan TNI AL yang percaya dan menggunakan produk BUMN seperti helikopter AKS dan pesawat CN235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) buatan PT DI.

RINI M Soemarno.*/ADE BAYU INDRA/PR

Hal tersebut sejalan dengan maksud dan tujuan pembentukan BUMN berdasarkan UU Nomor 19 Tahun 2003 bahwa BUMN dibentuk untuk meningkatkan dan memperkuat perekonomian nasional.

"Hal yang paling utama, dalam melakukan tujuan itu harus bisa menghasilkan produk-produk yang bermutu tinggi untuk kepentingan pertahanan nasional, apakah itu pertahanan ekonomi atau pertahanan militer," ujarnya.

PT DI, kata dia, sebagai salah satu mitra pemerintah diharapkan akan terus berkontribusi dalam penyediaan alat utama sistem pertahanan atau alutsista jika dibutuhkan oleh Kementerian Pertahanan dan pihak lainnya.***

Bagikan: