Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya cerah, 28.6 ° C

Ratusan Tabloid Kampanye Indonesia Barokah Ditemukan di Masjid se-Kabupaten Bandung

Handri Handriansyah
PETUGAS memperlihatkan tabloid berisi kampanye salah satu pasangan calon presiden.*/DOK PR
PETUGAS memperlihatkan tabloid berisi kampanye salah satu pasangan calon presiden.*/DOK PR

SOREANG, (PR).- Sedikitnya 104 eksemplar tabloid Indonesia Barokah juga ditemukan disebar di masjid-masjid se-Kabupaten Bandung. Namun meski sudah memiliki kesimpulan tersendiri, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bandung enggan mempublikasikan hasil kajian mereka karena tak mau mendahului lembaga serupa di tingkat yang lebih tinggi.

Koordinator Divisi Pencegahan dan Pengawasan pada Bawaslu Kabupaten Bandung Hedi Ardhia mengatakan, ke-104 eksemplar tabloid tersebut tersebar merata hampir di seluruh kecamatan. "Namun berdasarkan laporan dari para pengawas kecamatan, memang masih ada beberapa kecamatan yang tidak ditemukan penyebaran tabloid tersebut," katanya saat ditemui Rabu, 23 Januari 2019.

Menurut Hedi, jumlah itu merupakan sampel dari 104 masjid yang dikirimi. Namun masjid-masjid tersebut sebenarnya dikirimi dua hingga tiga eksemplar.

Hedi tak menampik jika pihaknya sudah melakukan kajian dan menarik kesimpulan soal isi serta maksud dari penyebaran tabloid tersebut. "Namun kami tak mau melangkahi Bawaslu Jabar dan pusat, jadi biarkan mereka yang mengambil kesimpulan terlebih dulu," ujarnya.

Meskipun demikian, Hedi menyayangkan oknum yang mengedarkan tabloid tersebut di masjid. Sekalipun kontennya nanti disimpulkan tidak mengandung pelanggaran hukum, tetap saja sudah merusak tatanan dan kesakralan masjid sebagai tempat ibadah.

Salah seorang anggota DKM Ukhuwah Margaasih, Asep (45) mengatakan, dirinya sempat kaget ketika keluar rumah pada 18 Januari 2019 pagi. "Malamnya kan digelar debat perdana capres, tiba-tiba paginya mendapat kiriman tabloid seperti itu," ucapnya.

Setelah membaca isinya, Asep semakin terkejut dengan isi berita yang sebagian besar menyudutkan salah satu pasangan capres dan cawapres. Sementara di bagian akhir, ada satu artikel yang memuji pasangan lainnya.***

Bagikan: