Pikiran Rakyat
USD Jual 14.223,00 Beli 13.923,00 | Umumnya berawan, 27.5 ° C

Pikiran Rakyat dan Jabar Saber Hoaks Jalin Kerja Sama

Novianti Nurulliah
DIREKTUR Bisnis PT Pikiran Rakyat Januar P Ruswita, disaksikan Plt Kadiskominfo Jabar Hening Widiatmoko menandatangani perjanjian kerjasama Antara Diskominfo Jabar dengan PT Pikiran Rakyat, di Kantor Diskominfo Jabar, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Rabu, 23 Januari 2019. Penandatanganan kerjasama dalam rangka Publikasi/Diseminasi dan Informasi Kegiatan Jabar Saber Hoaks.*/ADE BAYU INDRA/PR
DIREKTUR Bisnis PT Pikiran Rakyat Januar P Ruswita, disaksikan Plt Kadiskominfo Jabar Hening Widiatmoko menandatangani perjanjian kerjasama Antara Diskominfo Jabar dengan PT Pikiran Rakyat, di Kantor Diskominfo Jabar, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Rabu, 23 Januari 2019. Penandatanganan kerjasama dalam rangka Publikasi/Diseminasi dan Informasi Kegiatan Jabar Saber Hoaks.*/ADE BAYU INDRA/PR

BANDUNG, (PR).- PT Pikiran Rakyat Bandung bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam publikasi/diseminasi dan informasi kegiatan Jabar Saber Hoaks. Kerja sama tersebut dikukuhkan melalui pelaksanaan penandatanganan Mou antara Diskominfo Provinsi Jawa Barat dengan PT Pikiran Rakyat di Kantor Diskominfo Jabar,  Jalan Tamansari, Kota Bandung, Rabu, 23 Januari 2019.

Penandatangan disaksikan oleh Asisten Daerah bidang adminstrasi Setda Pemprov Jabar Dudi Sudrajat Abdurachim. 

Plt Kadiskominfo Jabar Hening Widiatmoko mengatakan, pelaksanaan penandatangan MoU tersebut bertujuan agar kegiatan Jabar Saber Hoax ini diketahui publik secara rutin melalui media Pikiran Rakyat.

"Karena soal hoaks ini, kita punya kewajiban bersama untuk sama-sama mengawasi konten yang ada di media sosial agar khalayak pengguna media sosial sadar sama-sama perangi hoaks, paham juga soal hoaks. Makanya kita punya kewajiban ingatkan rekan kita untuk tidak menyebarkan hoaks minimal itu, sementara kita tahu informasi di dunia maya itu sulit dihentikan kalau tidak ada benteng," ujar dia.

Dikatakan Hening, Jabar Saber Hoaks ini sudah diluncurkan sejak 7 Desember 2018 lalu. Tim ini membantu pemerintah dan juga pihak hukum.  Tim yang dinaungi pemerintah seperti Jabar Saber Hoaks merupakan yang pertama di Indonesia.

"Ini terobosan bahwa pilar kelima di negara kita wujudkan dalam kerja sama pada hari ini. Kalau tidak ada inisiasi seperti ini maka tidak ada perlawanan secara tersistem. Mudah-mudahan sinergi kita wujudkan Jabar Juara lahir batin dengan kolaborasi dan inovasi," kata dia. 

Sementara itu, Direktur Bisnis PT Pikiran Rakyat Januar P Ruswita mengatakan, komunikasi antara individu saat ini tanpa batas tidak melihat ruang sehingga pemanfaatan media sosial sangat luar bisa. Terlebih di Indonesia pengguna media sosial ini masuk dalam deretan lima besar di dunia.

"Ada positif dan negatif. Sulit membedakan kebenaran dan pembenaran sehinga ini yang menjadi efek saling hujat dan ini menyebabkan kita terkotak-kotak," ucap dia.

Saat ini, lanjut dia, "PR" terus mencoba angkat kebenaran sebagai titik fokus utama. Pihaknya pun menjadikan literasi digital sebagai kewajiban yang harus disosialisasikan bersama.

"Tapi tidak bisa sendiri butuh kerja sama saling mengisi dan melengkapi dengan Diskominfo dan Jabar Saber Hoaks ini, semoga bermanfaaat bagi masyarakat," ujar dia.

Januar pun menambahkan, pihaknya berterima kasih karena dilibatkan dalam antisipasi penyebaran hoaks di tengah masyarakat, membangun masyarakat agar lebih hati-hati dalam mencerna informasi yang beredar di dunia maya saat ini.

Verifikasi

Koordinator Jabar Saber Hoaks Enda Nasution menambahkan, dengan kerja sama dengan Pikiran Rakyat tersebut dia mengharapkan "PR" pun bisa sama-sama melakukan verifikasi bukan hanya soal publikasi saja. 

Diakui dia, saat ini pihaknya telah melayani publik Jabar maupun masyarakat pada umumnya yang mengadukan informasi hoaks atau bukan hoaks. 

"Verifikasi hoaks itu strategi jangka pendek minimal bisa membedakan informasi. Adapun startegi jangka panjang yaitu pendidikan literasi digital, tim ini berhasil kalau tidak ada hoaks lagi sehingga akan bubar karena Jabar sudah aman tidak percaya hoaks lagi," ujar dia.

Di sisi lain, Enda mengakui, bisa dibilang ada beberapa hal yang  mereka harus pelajari. Pihaknya pun terus melakukan evalusi internal dan training dan soal standar operasional prosedur. "kami harus mendukung upaya pemerintah yang pada akhirnya menjadikan masyarakat lebih cerdas,"ucap dia.***

Bagikan: