Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya berawan, 27.8 ° C

Perkara Suap Meikarta, Elite PDIP Ungkap Bisik-bisik Iwa Karniwa Soal Pilgub Jabar

Novianti Nurulliah
Ketua Fraksi PDIP DPRD Jabar Waras Wasisto/maswaras.com
Ketua Fraksi PDIP DPRD Jabar Waras Wasisto/maswaras.com

BANDUNG, (PR).- Anggota DPRD Jabar Waras Wasisto mengaku tidak tahu-menahu soal uang yang disebut-sebut sebagai suap untuk pengurusan izin megaproyek Meikarta. Ia pun membantah telah menerima ­aliran dana untuk diteruskan ke pejabat Pemprov Jabar.

Terkait dengan kasus itu, pada mu­la­nya, ia diminta oleh anggota DPRD Kabupaten Bekasi Soleman (bukan Sulaiman, seperti berita sebelumnya) untuk mempertemukan Neneng Rahmi Nurlaili (Kepala Bi­dang Tata Ruang pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Ka­bupaten Bekasi) dengan Iwa Kar­niwa (Sekretaris Daerah Jawa Barat). 

”Hampir satu bulan, (permintaan itu) tak saya gubris. Akhirnya, setelah Soleman menjamin ini tak ada hubungannya dengan Meikarta, saya setuju,” katanya melalui siaran pers yang diterima ”PR”, Selasa 22 Januari 2019.

Waras mengaku mengabulkan per­mintaan itu karena hanya ingin me­nolong Soleman yang notabene Ketua DPC PDIP Kabupaten Bekasi. ”Saya meminta waktu kepada Pak Iwa untuk mengagendakan pertemu­an dengan Neneng Rahmi,” tutur­nya.

Melalui rilis, Waras—Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jabar itu—juga mengakui adanya pertemuan di salah satu rest area ruas Tol Purba­leunyi pada bulan Juni atau Juli 2017. Namun, ia dan Soleman se­kadar mempertemukan dan tak tahu apa yang dibahas Iwa, Neneng Rahmi, dan Hendry Lincoln (Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Bekasi).

”Saya tak ikut pembicaraan mereka, apalagi minta-minta duit. Cuma, memang, setelah pertemuan itu, Pak Sekda berbisik kepada saya. Kata Pak Iwa , ’Mas, mereka mau bantu untuk banner’. Soleman juga dengar apa yang dikatakan Pak Sekda itu,” ujar Waras. Banner yang dimaksud Iwa, kata Waras, terkait dengan rencana pencalonan Sekda Jabar itu dalam Pilgub Jabar.

Waras Wasisto turut diperiksa KPK

Menurut Waras, setelah pertemu­an itu, ia tak pernah lagi berkomunikasi lagi dengan Soleman. ”Saya juga tak kenal dengan Neneng Rahmi dan Hendry. Jadi, saya tak tahu-me­nahu soal uang itu,” ucapnya.

Waras Wasisto juga mengungkapkan bahwa ia telah diperiksa oleh penyidik KPK soal ini, beberapa waktu lalu. Kepada penyidik KPK pun ia meng­aku tak menerima aliran dana, apalagi meminta-minta uang kepada Mei­karta.

Kemarin, sepanjang hari, ”PR” men­coba menghubungi Soleman. Ti­ga nomor telefonnya tak dapat dihu­bungi. Pesan singkat pun tak ber­ba­las. Soleman pun tidak ada di ruang­an saat ”PR” mendatangi ruang Fraksi PDIP di Gedung DPRD Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat. ”Tidak ada. Dari kemarin juga tidak terlihat,” kata salah seorang petugas kebersihan ruangan.

Sementara itu, Sekda Jabar Iwa Karniwa tetap pada peng­akuan bahwa ia tak terlibat da­lam kasus rasywah Meikarta dan menyatakan siap untuk dihadirkan dalam persidangan. Ditemui menjelang keberang­katan dinas ke Batam, ia menjawab singkat pertanyaan yang diajukan kepadanya. ”Sama se­perti kemarin,” katanya.

Sebagaimana diberitakan ”PR”, permintaan uang Rp 1 miliar untuk Iwa Karniwa ternyata di­lon­tarkan oleh anggota DPRD Jabar Waras Wasisto ke pejabat Pemkab Bekasi. Sementara, Iwa, dalam pertemuan dengan pihak Meikarta dan pejabat Pemkab Bekasi, hanya bilang mau mencalonkan diri dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar 2018.***

Bagikan: