Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya berawan, 27.8 ° C

Perda Derek Dibahas di Dewan, Dishub Kota Bandung Bakal “Sikat” Mobil yang Parkir Sembarangan

Tim Pikiran Rakyat
DOKUMENTASI parkir liar di trotoar Jalan Cihampelas.*/DOK. PR
DOKUMENTASI parkir liar di trotoar Jalan Cihampelas.*/DOK. PR

BANDUNG, (PR).- Hingga saat ini, dinas perhubungan (dishub) Kota Bandung melalui Bidang Pengendalian dan Ketertiban Transportasi (PDKT), melakukan penindakan bagi kendaraan yang parkir sembarangan hanya dengan operasi cabut pentil (OCP). Namun nanti, kendaraan yang kedapatan parkir sembarangan tidak akan dicabut pentil, melainkan akan langsung diderek sebagaimana sudah berlaku di DKI Jakarta.

Kepala Bidang Pengendalian dan Ketertiban Transportasi (PDKT), Dishub Kota Bandung, Asep Kuswara berharap Perda tersebut segera terbit. Diharapkan pada pertengahan tahun 2019 Perda tersebut sudah disahkan.

"Mudah-mudahan di 2019 pertengahan Perda kita tentang derek itu bisa keluar," ucap Asep Kuswara, saat on air di PRFM, Rabu 23 Januari 2019.

Denda dan biaya tambahan

Disebutkan Asep, saat ini Perda tersebut masih dibahas di dewan. Dan bahasan paling mendalam adalah persoalan denda yang akan diberlakukan bagi pemilik kendaraan yang diderek oleh pihaknya.

"Saat ini sedang digodok di dewan untuk menentukan berapa biaya derek, berapa biaya denda, dan berapa inapnya itu," ujarnya.

Asep menyebutkan, nantinya untuk kendaraan yang diderek akan disimpan di lahan miliki TNI AD. Pasalnya, Pemkot Bandung belum memiliki lahan yang representatif. "Ya mungkin di sekitaran Gudang Utara atau Gudang Selatan. Nanti juga kita akan koordinasi dulu dengan Pak Wali Kota (Oded M Danial) buat di mananya," ucapnya.

Efek jera

Menurut Asep, dengan sanksi derek ini nantinya warga akan semakin jera untuk parkir sembarangan. Pasalnya OCP yang saat ini diberlakukan belum memberikan efek jera yang signifikan.

Diberitakan sebelumnya, Anggota DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan, menilai ope­rasi cabut pentil yang dilaksanakan Dishub Kota Bandung tidak akan efektif apabila juru parkir liar tidak diamankan atau ditindak tegas. Penindakan dengan penggembosan ban kendaraan itu akan sia-sia.

”Juru parkir liar itu harus diter­tib­kan oleh Dishub agar tidak ada kesan pembiaran. Kalau ada pembiaran, ber­arti haram kalau ada penarikan (retribusi di titik itu),” ujar Tedy saat dihubungi, Minggu 25 November 2018.

Pemetaan titik parkir

Dalam penerapan operasi tersebut, kata dia, Dishub Kota Bandung bisa langsung memetakan titik-titik par­kir yang sudah tidak sesuai dengan kondisi saat ini. Jika titik parkir lama mengganggu arus lalu lintas, Dishub Kota Bandung harus menghapusnya dari daftar lahan parkir resmi.

”Apalagi jika ada titik parkir liar yang sering dimanfaatkan para pe­langgar. Sudah seharusnya dipasang alat pendukung rekayasa lalu lintas. Kalau memang ada potensi mengganggu lalu lintas, Dishub harus me­re­visi titik parkir di Kota Bandung. Kalau titik parkir itu potensial me­ma­cetkan, harus ditarik dari daftar, bukan dibiarkan. Sembari dibersih­kan dari para pelanggar, titik (parkir resmi) itu harus dihapus,” ujarnya.

Tedy pun mengapresiasi kinerja Dis­hub Kota Bandung dalam mene­rapkan Operasi Cabut Pentil. Selama ini para pelanggar terkesan leluasa tanpa takut dihadapkan pada sanksi yang memang cenderung lemah.(Rifki Abdul Fahmi)***

-- 

Bagikan: