Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya cerah, 27.5 ° C

KTA Bank Sampah Jadi Syarat KTP Belum Bisa Diterapkan

Handri Handriansyah
Ilustrasi.*/DOK PR
Ilustrasi.*/DOK PR

SOREANG, (PR).- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung masih belum bisa menerapkan Kartu Tanda Anggota (KTA) bank sampah secara efektif sebagai syarat pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK) dan adminstrasi kependudukan lain. Penerapan syarat tersebut baru akan dilakukan setelah jumlah bank sampah, lubang cerdas organik (LCO) dan peraturan desa (Perdes) soal sampah tersebar merata di semua Kecamatan sampai tingkat RW.

Kepala DLH Kabupaten Bandung Asep Kusumah mengatakan, saat ini jumlah bank sampah yang teregistrasi sudah mencapai 280 unit. "Jumlah itu sudah mewakili rata-rata satu bank sampah di setiap desa," ujarnya Rabu, 23 Januari 2019.

Jumlah itu, kata Asep, sebenarnya masih jauh lebih sedikit dibandingkan dengan kenyataan di lapangan. Soalnya masih banyak bank sampah komunitas dan sekolah yang belum teregistrasi, dan di salah satu desa sudah ada yang memiliki 13 bank sampah.

Meskipun demikian, Asep ingin memastikan semua RW memiliki bank sampah masing-masing. "Jadi nanti tidak ada alasan sulit mendaftar jadi anggota bank sampah karena jaraknya jauh dari rumah," katanya.

Saat ini, DLH pun tengah mendorong karang taruna untuk membentuk 280 bank sampah baru. Selain itu, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) juga diinstruksikan untuk memiliki unit usaha bank sampah.

Sementara itu terkait perdes, saat ini baru sekitar 70-80 desa yang sudah menerbitkan regulasi terkait pengelolaan sampah. Artinya masih ada sekitar 200 desa yang belum menerbitkan perdes serupa.***

Bagikan: