Pikiran Rakyat
USD Jual 14.223,00 Beli 13.923,00 | Umumnya berawan, 27.7 ° C

Curah Hujan Tinggi, Kunjungan Wisata ke Kawasan Lembang Anjlok

Cecep Wijaya Sari
KAWASAN wisata Lembang.*/DOK. PR
KAWASAN wisata Lembang.*/DOK. PR

NGAMPRAH, (PR).- Sejak memasuki musim hujan, kunjungan wisata ke Kabupaten Bandung Barat khususnya wilayah Lembang mengalami penurunan sekitar 30 persen. Hal ini disebabkan banyak tempat wisata di Lembang yang berada di areal terbuka.

Hal itu dirasakan beberapa pengelola tempat wisata di Lembang, seperti Farmhouse, Floating Market, Tahu Susu Lembang, serta Terminal Wisata Grafika Cikole. Beberapa tempat wisata favorit tersebut memang memiliki konsep wisata swafoto, kuliner, dan edukasi di luar ruang.

"Karena rata-rata tempat wisata kami outdoor, pengunjung banyak yang menunda liburan mereka. Penurunan kunjungan ini sampai 30%, berbeda jauh dengan ketika musim kemarau," kata Intania Setiati, Humas Farmhouse Susu Lembang, Rabu 23 Januari 2019.

Ia memprediksi, turunnya pengunjung akan berlangsung hingga akhir Februari dan akan kembali normal pada Maret-April. Namun pada bulan Mei, kunjungan diprediksi kembali turun lantaran sudah memasuki bulan Ramadan.  

Turunnya jumlah pengunjung, menurut dia, tentu saja berpengaruh terhadap omset pengusaha wisata. “Namun, pengusaha tempat wisata sudah memaklumi hal ini. Tapi mudah-mudahan ketika sudah melewati musim hujan dan masuk liburan panjang, pengunjung bisa kembali meningkat,” ujarnya.

Pada momentum liburan, lanjut dia, kebanyakan pengunjung datang dari berbagai wilayah seperti Jabodetabek, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Mereka biasanya berswafoto di sejumlah spot yang tersedia disertai sajian beragam kuliner.  

Pengusaha tempat wisata lainnya, seperti Terminal Wisata Grafika Cikole juga merasakan dampak dari curah hujan yang tinggi saat ini. Soalnya, tempat wisata di dekat Taman Wisata Alam Tangkubanparahu itu memiliki konsep wisata alam serta luarruang. “Seperti biasa, awal tahun seperti ini kunjungan turun karena hujan juga,” kata Pemilik TWGC Eko Suprianto.

Dia menyebutkan, TWGC memberikan sejumlah fasilitas bermain dan hiburan mulai dari permainan outbound, pondok wisata, saung lesehan, kebun strawberry, paintball. Selain itu, tersedia juga aneka makanan oleh-oleh khas Bandung, gantungan kunci, serta aneka kerajinan dari bambu.

"Beberapa waktu lalu, kami bahkan menutup tempat wisata kami karena cuaca buruk. Ini dilakukan untuk menghindari resiko jika terjadi bencana alam," tuturnya.

Sementara itu, menurut Nurlela, perwakilan dari PT Graha Rani Putra Persada, selaku pengelola Taman Wisata Gunung Tangkubanparahu mengungkapkan, pada cuaca seperti sekarang, memang biasa terjadi angin kencang. Namun, tidak terlalu ekstrem. 

"Kami tetap berkoordinasi dengan petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di areal TWA Tangkubanparahu untuk memantau aktivitas gunung tersebut. Jadi, tentu akan ada peringatan juga bagi pengunjung jika ada potensi berbahaya," katanya.***

Bagikan: