Pikiran Rakyat
USD Jual 14.243,00 Beli 13.943,00 | Umumnya berawan, 23.7 ° C

Bermodal Foto Editan, Polisi Gadungan Tipu Korban hingga Puluhan Juta

Mochammad Iqbal Maulud
KABID Humas Polda Jabar, Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko saat memperlihatkan foto pelaku SH yang mengaku-ngaku sebagai anggota Polri untuk menipu korban perempuan, di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung pada Selasa 22 Januari 2019.* MOCHAMMAD IQBAL MAULUD/PR
KABID Humas Polda Jabar, Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko saat memperlihatkan foto pelaku SH yang mengaku-ngaku sebagai anggota Polri untuk menipu korban perempuan, di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung pada Selasa 22 Januari 2019.* MOCHAMMAD IQBAL MAULUD/PR

BANDUNG, (PR).- Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar menangkap seorang pria yang mengaku-aku sebagai anggota Polri. Bahkan dengan cara tersebut pria itu telah menipu korban-korbannya dengan nilai total puluhan juta rupiah.

Melalui cara unik yaitu dengan menggunakan akun Instagram dan Facebook, pria tersebut mengaku bisa menyelesaikan kasus-kasus. Bahkan dengan foto dirinya yang dipastikan merupakan hasil editan, pria tersebut menipu korban-korbannya yang perempuan.

"Jadi para korbannya itu ditipu oleh pelaku dengan modus sebagai konsultan hukum. Kebetulan para korban mempunyai masalah hukum yang harus diselesaikan, nah ujung-ujungnya pelaku meminta sejumlah uang dengan alasan penyelesaian masalah," kata Kabid Humas Polda Jabar, Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko, didampingi Wadireskrimsus Polda Jabar, Ajun Komisaris Besar Hari Brata di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung pada Selasa 22 Januari 2019.

Menurut Truno, penangkapan korban berdasarkan laporan polisi No LPB/64/I/2019/Dit Reskrimsus pada tanggal 20 Januari 2019. Sementara yang melaporkan adalah salah satu korban atas nama Desi Purnama Sari.

"Jadi korban yang baru ditelusuri ada dua orang, yaitu Desi Purnama Sari (28) dan Marcela (28). Dari dua orang itu saja korban sudah menipu dengan nilai hingga mencapai Rp 24 juta," katanya.

Diketahui pelaku berinisial SH (29) merupakan warga Jalan Babakan Jati, Kelurahan Binong, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung. Identitas dan tempat tinggal pelaku diketahui oleh pihak kepolisian melalui patroli siber.

"Jadi pada tanggal 20 Januari kemarin, petugas patroli siber Polda Jabar melakukan profiling terhadap akun pelaku. Akun pelaku ini didapat dari Instagram atas nama sigit321nd, kemudian setelah dilihat profilnya terdapat akun pria berinisial SH. Bahkan pria tersebut memakai atribut sebagai anggota Polri," katanya.

Setelah melakukan profiling tersebut, Ditreskrimsus Polda Jabar membentuk tim khusus. Tim khusus ini pun melibatkan pelapor untuk menjebak SH. "Jadi tim Jatanras Ditreskrimsus Polda Jabar mengintai pelaku yang dijadwalkan bertemu dengan korban. Kejadiannya di Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung di sebuah rumah makan waralaba pada Senin kemarin," katanya.

Tak lama berselang, Jatanras Ditreskrimsus Polda Jabar pun akhirnya menangkap pelaku. Berdasarkan pengakuan pelaku, dia meminta sejumlah uang pada korban untuk biaya IT dan biaya operasional sehari-hari. Tujuannya untuk menyelesaikan masalah korban dengan pihak kepolisian.

Pada saat penyelidikan lebih lanjut, didapatkan bukti-bukti di kediaman pelaku. Bukti tersebut adalah 1 buah mancis bentuk pistol, 1 unit ponsel, 1 buah name tag penyidik, dan 1 buah dasi reserse. Ada juga 1 pasang sepatu PDH, 3 buah celana PDH reserse, 1 celana tactical, 3 buah Kaos oblong polisi, 2 buah kaos polisi, dan 2 buah kemeja PDH reserse.

"Selain itu turut diamankan uang senilai Rp 1 juta dan 1 unit kendaraan roda 4 jenis Suzuki Ertiga tahun 2015. Kendaraan tersebut berwarna hitam dengan nomor polisi D 1883 ADQ," katanya.

Akibat perbuatannya tersebut tersangka dijerat pasal berlapis. Pasal yang dilanggar adalah pasal 45 ayat 2, juncto ‎pasal 28 ayat (1) UU No.19 Tahun 2016 tentang ITE. Selain itu SH juga melanggar Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan.

"Ancamannya hukumannya adalah paling lama 6 tahun penjara dan paling sedikit adalah 4 tahun penjara. Sementara denda paling banyak adalah sebesar Rp 1 miliar," katanya.

Oleh karenanya Truno berharap, masyarakat khususnya di wilayah hukum Polda Jabar agar lebih berhati-hati jika menggunakan media sosial. "Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi, jadi kejadian ini bisa dijadikan pelajaran," katanya.***

Bagikan: