Pikiran Rakyat
USD Jual 14.223,00 Beli 13.923,00 | Umumnya berawan, 27.5 ° C

Diguncang Gempa, Warga Pangalengan Panik

Ecep Sukirman
GEMPA bumi.*/DOK. PR
GEMPA bumi.*/DOK. PR

SOREANG, (PR).- Warga Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung, dikejutkan dengan guncangan gempa yang terjadi pada Senin 21 Januari 2019, sekitar pukul 10.53 WIB. Meski tidak ada kerusakan bangunan dari guncangan gempa itu, namun warga mengaku sedikit panik.

Seorang warga Pangalengan, Agi Riana Prasta (34) menuturkan, guncangan gempa terjadi sekitar 5 detik. Meskipun hanya sebentar, lanjut Agi, dirinya masih mengaku trauma dengan kejadian gempa yang sempat memorak-porandakan wilayah Pangalengan pada 2009 silam.

“Memang guncangan gempa hanya sebentar dan tidak terlalu kencang. Tetapi, tetap saja panik mah. Khawatir seperti kejadian 2009 lalu,” ujar dia.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, gempa bumi tektonik yang mengguncang kawasan Pangalengan itu berkekuatan M 3.0 dengan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7.24 LS dan 107.55 BT atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 14 kilometer arah baratdaya Kabupaten Bandung dengan kedalaman 1 kilometer.

Pantauan di lapangan, saat guncangan gempa terjadi beberapa orang yang berada di dalam ruangan sempat berhamburan keluar rumah mereka menuju tempat terbuka. Namun, beberapa warga yang saat itu sedang berada di luar ruangan, mengaku tidak merasakan guncangan terjadi.

“Saya kira ada apa orang-orang pada keluar rumahnya, ternyata ada gempa ya? Saya mah tidak merasakan ada gempa,” tutur seorang warga, Hari (41).

Sementara itu, melalui keterangan resminya Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang Selatan Joko Siswanto menjelaskan, guncangan gempa bumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Pangalengan II MMI. Gempabumi ini terjadi akibat aktivitas sesar lokal di wilayah tersebut.

Joko menambahkan, dari guncangan gempabumi ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan. “Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi itu. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami. Jika memerhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi ini merupakan gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal,” ucap Joko.

Petugas Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bandung Anggi Gunawan menegaskan, pihaknya belum menerima laporan mengenai kerusakan infrastruktur akibat gempabumi yang dirasakan di Pangalengan itu. Saat ini BPBD Kabupaten Bandung terus melakukan pemutakhiran data.

“Kami belum menerima laporan adanya kerusakan akibat gempa yang terjadi itu. Kami melakukan assessment di lapangan, Alhamdulillah aman,” ungkap dia.***

 

Bagikan: