Pikiran Rakyat
USD Jual 14.223,00 Beli 13.923,00 | Berawan, 22.4 ° C

Tiga Faktor Penyebab Kakunya Debat Capres Cawapres 2019

Siska Nirmala
CAPRES nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) berjalan bersama Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto sebelum mengikuti Debat Pertama Capres dan Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis 17 Januari 2019. Debat tersebut mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme.* ANTARA
CAPRES nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) berjalan bersama Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto sebelum mengikuti Debat Pertama Capres dan Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis 17 Januari 2019. Debat tersebut mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme.* ANTARA

BANDUNG, (PR).- Pengamat Hukum Tata Negara dari Universitas Parahyangan, Asep Warlan Yusuf mengatakan ada tiga faktor yang menyebabkan debat perdana Capres dan Cawapres untuk Pilpres 2019, Kamis, 17 Januari 2019 lalu terkesan kaku.

Faktor yang pertama, yakni waktu yang diberikan dalam debat pilpres tersebut terlalu pendek. Hal ini dinilainya menyebabkan kedua pasangan calon kesulitan untuk mengembangkan isu yang diberikan terkait dengan HAM, Korupsi, Hukum dan Terorisme.

"Substansi ini sangat kompleks sangat luas tapi waktu yang sangat singkat. Sehingga dari situ sulit mengolahnya mana yang prioritas yang penting, mana yang strategis oleh para calon tadi," ujar Asep saat on air di PRFM 107,5 FM News Channel, Sabtu, 19 Januari 2019, seperti dilaporkan Haidar Syahid Rais, wartawan PRFM.

Faktor lainnya, dia menjelaskan, yakni kedua pasangan calon sangat terpaku pada materi hasil olahan tim sukses masing-masing. Pasalnya, kisi-kisi soal telah diberikan oleh KPU ke setiap tim sukses.

"Jadi para calon itu sangat terikat dengan apa yang diberikan tim suksesnya. Tidak ada spontanitas, tidak ada analisis tidak ada argumentasi," kata Asep.

Selain itu, Asep menyebut format debat menjadi faktor terakhir yang membuat debat pilpres berjalan datar. Sehingga berpengaruh kepada keleluasaan peserta debat.

"Dari sisi debat itu tidak memberikan keleluasaan, jadi formatnya kurang pas dengan format debat yang semalam itu," ujarnya.***

Bagikan: