Pikiran Rakyat
USD Jual 14.243,00 Beli 13.943,00 | Sedikit awan, 23.8 ° C

SMK di Jabar Berinovasi, Legislator Janji Dorong Sektor Anggaran

Fani Ferdiansyah
SISWA memperagakan cara kerja alat pendeteksi kemacetan saat simulasi dalam ruang di SMK Texar, Karawang, Jawa Barat, Senin (7/1/2019). Alat pendeteksi tersebut menggunakan sensor pada Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) yang diciptakan oleh siswa jurusan mekantronika bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang untuk mengurangi potensi kemacetan.*/ANTARA
SISWA memperagakan cara kerja alat pendeteksi kemacetan saat simulasi dalam ruang di SMK Texar, Karawang, Jawa Barat, Senin (7/1/2019). Alat pendeteksi tersebut menggunakan sensor pada Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) yang diciptakan oleh siswa jurusan mekantronika bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang untuk mengurangi potensi kemacetan.*/ANTARA

BANDUNG, (PR).- Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat menilai SMK-SMK di Jawa Barat dapat mewujudkan program Dinas Pendidikan dengan Sekolah Jabar Juara (Sejajar). Program tersebut dapat terwujud jika ditinjau dari kemandirian dan inovasi yang dikembangkan oleh sekolah kejuruan.

"Kami optimitis SMK di Jabar bisa mewujudkan Sejajar ini," kata Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, KH Habib Syarief Muhamad, Jumat 18 Januari 2019.

Dia mengatakan, pihaknya merasa lega setelah melihat langsung ke lapangan bahwa di SMK memang dituntut untuk mencetak siswa yang siap berdaya guna.

"Ya alhamdulillah setelah kita kunjungan ke dua SMK ini kita banyak mendapatkan masukan, ternyata yang pertama rata-rata SMK yang ada di daerah ini punva kemandirian sendiri, artinya tidak hanya sekedar mengandalkan bantuan pusat saja tetapi mereka juga inovasi," ujar Habib, seperti dikutip dari Kantor Berita Antara.

Kemarin ia dan anggota Komisi V DPRD Jawa Barat lainnya melakukan kunjungan kerja ke SMK Plus Suryalaya, Kabupaten Tasikmalaya. Habib menambahkan, ternyata di luar dugaan bahwa perkembangan SMK di daerah ini cukup cepat, walaupun pihaknya mencatat ada beberapa kendala-kendala yang banyak dihadapi SMK-SMK di daerah, baik di sisi fasilitas seperti laboratorium, gedung, alat praktikum dan lain-lain.

SISWA memeriksa alat pendeteksi kemacetan saat simulasi dalam ruang di SMK Texar, Karawang, Jawa Barat, Senin (7/1/2019). Alat pendeteksi tersebut menggunakan sensor pada Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) yang diciptakan oleh siswa jurusan mekantronika bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Karawang untuk mengurangi potensi kemacetan.*/ANTARA

Hal ini, menurut dia, menjadi tantangan dan tanggung jawab dewan kedepannya untuk mendukung dari sektor anggaran. "Ini juga tidak kalah panting, kami yakin tidak semuanya dapat terealisasi dengan maksimal tetapi paling tidak ada yang menjadi prioritas dalam pengembangan setiap SMK di daerah," kata dia.

Lebih lanjut ia mengatakan, program Teaching Factory merupakan program yang menjembatani antara sekolah dengan dunia industri atau usaha yang memiliki kesamaan bidang keterampilan. Sehingga, program tersebut bakal mendidik siswa SMK agar mampu memproduksi barang ataupun jasa layaknya perusahaan.

"Teaching factory ini menjadi salah satu syarat yang cukup menentukan. Kami akan coba mengawal lebih jauh sampai sejauh mana agar supaya anggaran untuk bidang pendidikan bisa diserap oleh beberapa SMK khususnya di daerah," katanya.

Dirinya berharap bahwa semua SMK yang ada di Jawa Barat dapat menjalankan program pemerintah dalam bidang pendidikan, yakni dapat mencapai target Sekolah Jabar Juara.***

Bagikan: