Pikiran Rakyat
USD Jual 14.235,00 Beli 13.935,00 | Berawan, 24.4 ° C

Langgar Disiplin, 2 ASN Dipecat dan 3 ASN Diturunkan Pangkat

Ririn Nur Febriani
RIRIN NF/PR
RIRIN NF/PR

CIMAHI, (PR).- Sanksi pelanggaran disiplin diberikan terhadap ASN Pemkot Cimahi pada apel rutin di lingkungan Pemkot Cimahi Jalan Raden Hardjakusumah Kota Cimahi, Kamis 17 Januari 2019. Sanksi diberikan karena ASN tersebut melanggar aturan disiplin.

Tercatat, 2 ASN asal Dinas Pendidikan Kota Cimahi diberhentikan dengan hormat tidak ada permintaan sendiri dan tiga orang lain asal Dinas Pol PP dan Damkar Kota Cimahi diberi sanksi berupa penurunan pangkat lebih rendah selama 3 tahun. Sebelumnya, sanksi pemecatan juga dilakukan terhadap satu orang personil Dinas Pol PP dengan status diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri.

Wali Kota Cimahi Ajay M. Priatna menyayangkan tindakan indisipliner yang dilakukan para ASN tersebut. "Kita sayangkan harus ada hukuman seperti ini, tapi itu pilihan yang dilakukan oleh yang bersangkutan," ujarnya.

Pemberlakuan sanksi disiplin berdasarkan sanksi sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Dua ASN yang dipecat bertugas sebagai guru dan penjaga sekolah. Alasan diberhentikan dengan hormat lantaran keduanya mangkir bekerja lebih dari 60 hari sehingga diberlakukan sanksi sesuai aturan. 

"Ada disiplin berat sehingga diberhentikan karena berturut-turut selama 81 hari dan 60 hari nggak masuk. Alasannya nggak jelas, apakah dia punya usaha di luar, atau masalah apa," kata Ajay. 

Sedangkan tiga ASN lagi bekerja pada Satuan Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kota Cimahi. Setelah diberikan sanksi berupa penurunan pangkat, kata Ajay, ketiganya berjanji tak akan melakukan tindakan indisipliner lagi.

"Ada kewajiban membina akhirnya yang bersangkutan berjanji tidak mengulangi," ucapnya.

Banyak orang mendambakan bisa jadi ASN

Di sisi lain, banyak masyarakat mendambakan bisa menjadi ASN namun mereka yang sudah bekerja sebagai abdi negara tersebut malah disia-siakan. 

"Tugas jadi ASN kan tidak berat. Coba dibina lagi, kalau kesalahan diulang maka tidak ada toleransi," tuturnya.

Ajay menilai, tingkat kesadaran disilplin ASN mesti ditingkatkan lagi. "Saya pernah dengar, ada pengajar tidak masuk karena ditagih utang. Saya sudah sering bilang kalau pilihan jadi ASN jangan meniru gaya hidup pengusaha. Kenaikan tunjangan jangan sebanding dengan kenaikan gaya hidup, kalau begitu terus ya tetap bakal kurang dan kerja jadi terbengkalai," ujarnya.

Wakil Walikota Cimahi Ngatiyana menyatakan hal serupa. "Beberapa dinas sudah diperingatkan agar meningkatkan disiplin para jajarannya. Terutama kegiatan apel jangan dianggap hal sepele, justru kehadiran apel sebagai pembuka kegiatan," ujarnya. ***

Bagikan: