Pikiran Rakyat
USD Jual 14.210,00 Beli 13.910,00 | Berawan, 20 ° C

Ridwan Kamil Tangggapi Munculnya Nama Iwa Karniwa dalam Kasus Meikarta

Novianti Nurulliah
RIDWAN Kamil.*/DOK. PR
RIDWAN Kamil.*/DOK. PR

BANDUNG, (PR). - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil angkat bicara terkait disebutnya nama Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa dalam sidang dugaan suap proyek Meikarta yang nenghadirkan bupati nonaktif Bekasi Neneng Hasanah Yasin.

Ridwan Kamil meminta semua pihak mengedepankan azas praduga tak bersalah.

"Saya juga baca, saya juga dengar. Pertama, kita tentunya harus menghormati proses persidangan. Kalau terungkap ada informasi seperti itu, berarti ya kita lihat follow up dari aspek hukumnya. Kita kedepankan azas praduga tak bersalah, kan baru satu pihak (yang) menyampaikan informasi. Tentu harus dikonfirmasi," kata Ridwan Kamil di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa 15 Januari 2019.

Berdasarkan informasi yang didapatnya, munculnya nama Iwa Karniwa dalam kasus Meikarta bukanlah bersumber dari kesaksian langsung Neneng Hasanah Yasin.

"Kalau saya dengar juga kan masih ‘katanya’ bukan kesaksian langsung. Saya kira kita harus menghormati hak hukum dari siapapun yang disebut namanya untuk tidak dilakukan hal yang merugikan nama baiknya, "ucap dia.

Ridwan Kamil menegaskan, dia mengedepankan nilai dan proses hukum. Dia juga menitip pesan kepada media massa agar memberikan infrormasi sesuai fakta hukum.

Ridwan Kamil juga mengakui, apa yang disampaikan Iwa Karniwa kepada media massa sama persis dengan apa yang dia sampaikan kepadanya.

"Karena merasa tidak pernah ikut urusan BKPRD. Karena BKPRD selama itu kan (dibawahkan) oleh Pak Wagub (Deddy Mizwar). Jadi, sementara itu (informasi) yang saya dapat, " Kata dia.

Ridwan Kamil mengatakan, saat itu, sekda tidak memiliki kewenangan di BKPRD. "Tidak ada, itu kan gubernur, gubernur memberikan kewenangan, kewenangannya dulu ke wagub kalau urusan perizinan, "kata dia.

Tidak disalahtafsirkan

Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa menegaskan dia tak pernah sekalipun terlibat dalam proses perizinan Meikarta.

Dia pun langsung mengeluarkan siaran pers setelah bupati nonaktif Bekasi Neneng Hasanah Yasin menyebut nama Iwa Karniwa yang meminta uang Rp 1 miliar dalam persidangan kasus Meikarta di Pengadilan Negeri Bandung

"Terkait informasi bahwa saya menerima atau meminta uang Rp 1 miliar terkait pengurusan RDTR Kabupaten Bekasi yang berhubungan dengan Meikarta, saya meminta rekan-rekan (media) untuk terus mengikuti secara utuh persidangan dan fakta persidangan, " Ujar Iwa Karniwa dalam siaran persnya,  Senin 14 Januari 2019.

Hal itu, kata Iwa Karniwa, harus dilakukan agar informasi yang menyebut namanya tidak disalahtafsirkan sekaligus merugikan dia secara pribadi, dan Pemprov Jawa Barat.

"Selama urusan Meikarta ini, saya tidak pernah bertemu Bupati Neneng ataupun pihak Lippo sama sekali," ucap Iwa Karniwa.***

Bagikan: