Pikiran Rakyat
USD Jual 14.223,00 Beli 13.923,00 | Berawan, 22.1 ° C

Ridwan Kamil Janjikan Tambahan Rp 300 Miliar untuk Citarum Harum

Mochammad Iqbal Maulud
SAMPAH menumpuk di Sungai Citarum Lama, Margaasih, Kabupaten Bandung, Minggu 30 Desember 2018. Data dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat mencatat, setiap harinya Sungai Citarum menerima 1.500 ton sampah baik sampah rumah tangga maupun limbah industri.*/ANTARA
SAMPAH menumpuk di Sungai Citarum Lama, Margaasih, Kabupaten Bandung, Minggu 30 Desember 2018. Data dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat mencatat, setiap harinya Sungai Citarum menerima 1.500 ton sampah baik sampah rumah tangga maupun limbah industri.*/ANTARA

BANDUNG, (PR).- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjanjikan dana tambahan untuk program Citarum Harum senilai Rp 300 miliar. Dana‎ tersebut nantinya akan dibagikan kepada 23 sektor sungai sehingga masing-masing sector mendapat sekira Rp 15 miliar.

"Dana Rp 300 miliar itu akan dialokasikan melalui APBD Provinsi Jawa Barat. Memang dananya saat ini belum ada, tapi doakan saja, setelah anggaran turun, dananya akan segera cair," kata Ridwan Kamil pada acara Evaluasi Citarum Harum di Graha Manggala Siliwangi, Jalan Aceh, Kota Bandung, Selasa 15 Januari 2019.

Menurut Dansatgas Program Citarum Harum tersebut, selain anggaran, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan membantu pengadaan 10 ekskavator untuk normalisasi Sungai Citarum. Jumlah tersebut adalah jumlah awal bergantung kebutuhan.

"Menanggapi keluhan kurangnya koordinasi, saya pun akan segera membuat kantor sekretariat. Kantor tersebut berfungsi sebagai pusat‎ koordinasi dari permasalahan Sungai Citarum. Untuk sementara akan dibuat di wilayah Jalan Naripan, Kota Bandung," katanya.

Warga memancing di Sungai Cijunti yang menjadi lokasi pembuangan limbah di Desa Sukamukti, Majalaya, Kabupaten Bandung, Jumat 4 Januari 2019. Meskipun terdapat larangan dari pemerintah untuk membuang limbah ke Sungai Cijunti yang bermuara ke Sungai Citarum, masih banyak pabrik yang membuang limbahnya ke sungai tersebut.*/ANTARA

Menurut Ridwan Kamil, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan membuat program penghargaan Citarum Award. Penghargaan diberikan kepada siapa saja yang telah berjasa dalam pelestarian selama program Citarum Harum bergulir.

"Kami juga meminta para pegiat seni dan lingkungan untuk terus berkarya untuk Sungai Citarum. Karena Sungai Citarum bukan hanya sungai biasa tetapi di dalamnya ada peradaban yang harus dijaga," katanya.

Ridwan Kamil berjanji, pada Februari 2019 akan mengadakan pertemuan lanjutan‎ mengenai Sungai Citarum. "Pertemuan ini akan membahas grand design Citarum ke depan. Saya berharap Citarum ke depan bisa kembali dijadikan tempat wisata yang asri," katanya.

5 tahun

Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal Tri Soewandono optimistis permasalahan Sungai Citarum bisa terselesaikan pada waktu 5 tahun. Meski demikian, perbaikan belum dikerjakan secara merata. Perbaikan baru terlaksana di sekira 12 sektor.

"Kami akan mulai sektor lainnya segera hingga ke sektor 22. Sementara untuk sektor 23, kami koordinasikan dengan Kodam Jaya. Lalu kamu akan evaluasi kekurangan alat berat, apakah 10 ekskavator yang dijanjikan itu cukup atau tidak," kata Tri Soewandono.

Menurut Tri Soewandono, kemajuan pelestarian Sungai Citarum sungguh membanggakan. Misalnya, sudah diangkutnya sampah seberat 80.000 ton dari Sungai Citarum. Belum lagi beberapa pembangunan taman bermain anak, pembongkaran rumah di bantaran sungai, dan penutupan perusahaan-perusahaan pencemar limbah.

WARGA mengais sampah yang menumpuk di Sungai Citarum Lama, Margaasih, Kabupaten Bandung, Minggu 30 Desember 2018. Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat mencatat, setiap harinya Sungai Citarum menerima 1.500 ton sampah baik sampah rumah tangga maupun limbah industri.*ANTARA

Selain itu, kata Tri Soewandono, akan ada tambahan BKO anggota TNI dari beberapa kodam, TNI AU, marinir dan kostrad‎. "Kami akan mendapatkan bantuan BKO sebanyak 3.050 orang yang akan terjun langsung ke Sungai Citarum," katanya.

Wadan Satgas Ekosistem itu berjanji, secara bertahap, Kodam III/Siliwangi akan menertibkan keramba jaring apung di waduk-waduk yang tersambung ke Sungai Citarum seperti di Waduk Jatiluhur, Cirata, dan Saguling. "Ini perintah dari Presiden Joko Widodo," katanya.

Oleh karena, kata Tri Soewandono, jika Sungai Citarum rusak, dari data yang dihimpunya,  kerugian bisa mencapai ratusan triliun. "Dari air bersih saja kerugiannya mencapai Rp 197 triliun, pertanian Rp 20 triliun, energi Rp 240 t‎riliun, dan perikanan mencapai Rp 10 triliun," katanya.

Ego sektoral

Di tempat yang sama, Bupati Bandung Dadang Naser meminta semua pihak menghilangkan ego sektoral. Sehingga, permasalahan Sungai Citarum bisa diselesaikan dengan mudah.

"Semua harus bekerja sama, baik itu instansi TNI, Polri, dan pemda setempat. Baik pemda tingkat I maupun tingkat II," katanya.

Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Agung Budi Maryoto mengatakan akan terus‎ membantu permasalahan hukum. Apalagi anggaran yang dikeluarkan untuk Sungai Citarum jumlahnya meningkat. "Dari yang tadinya Rp 84 juta, kini anggaran untuk penanganan masalah hukum meningkat menjadi Rp 3 miliar," katanya.

Dengan demikian, menurut Wadan Satgas bagian Hukum Citarum tersebut, Polda Jawa Barat akan terus memantau pelanggaran-pelanggaran yang ada. "Tidak segan, kami akan tindak tegas pencemar-pencemar Citarum ini," katanya.***

Bagikan: