Pikiran Rakyat
USD Jual 14.223,00 Beli 13.923,00 | Umumnya berawan, 27.7 ° C

Ridwan Kamil Tinjau Lokasi Terdampak Angin Puting Beliung di Rancaekek

Ecep Sukirman
GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil didampingi Wakil Bupati Bandung Gun Gun Gunawan (kiri) menjawab pertanyaan wartawan mengenai upaya penanganan bencana puting beliung di Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung, Senin 14 Januari 2019. /ECEP SUKIRMAN/PR
GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil didampingi Wakil Bupati Bandung Gun Gun Gunawan (kiri) menjawab pertanyaan wartawan mengenai upaya penanganan bencana puting beliung di Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung, Senin 14 Januari 2019. /ECEP SUKIRMAN/PR

SOREANG, (PR).- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di sela-sela peninjauan lokasi terdampak puting beliung di Desa Jelegong Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung, Senin 14 Januari 2019. Ratusan rumah terdata kena dampak angin puting beliung Rancaekek.

Dalam peninjauan itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyalurkan bantuan bahan makanan kepada warga terdampak angin puting beliung Rancaekek.

Ridwan Kamil mengungkapkan, Jabar menjadi salah satu provinsi dengan intensitas kerawanan bencana tinggi. Pemprov Jabar pun menyiapkan cetak biru (blue print) tanggap bencana. Blue print itu bekerja sama dengan pemerintah Jepang yang dianggap paling maju dalam upaya mitigasi bencana.

“Kita sedang siapkan cetak biru Jabar tanggap bencana kerja sama dengan pemerintah Jepang yang paling canggih. Mudah-mudahan saya ketemu teknologinya di Jepang seperti teknologi early warning system (sistem peringatan dini) bencana. Saya sedang berikhtiar,” ucap gubernur.

Selain menjajaki kerja sama dengan Jepang, Ridwan Kamil juga turut melibatkan akademisi dalam mengembangkan penelitian dalam pengembangan alat pendeteksi kebencanaan. Hal itu sangat perlu dilakukan karena wilayah Jawa Barat, dijelaskan RK, berdasarkan catatan kebencanaan di Jawa Barat terjadi antara 1.000 hingga 1.500 kali per tahunnya. Jika dirata-ratakan, lanjut dia, dalam satu hari terjadi 3 kali bencana alam.

BUPATI Bandung, Dadang M Naser meninjau lokasi bencana angin puting beliung di Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Sabtu 12 Januari 2019. Angin puting beliung Jumat sore merusak sekitar 640 rumah yang dihuni oleh 1.038 keluarga.* HANDRI HANDRIANSYAH/PR

Angin puting beliung Rancaekek diawali cuaca ekstrem

Dari kejadian bencana alam yang terjadi di Jawa Barat, dikatakan RK, didominasi bencana longsor disusul banjir, kebakaran, dan angin puting beliung.

Dalam upaya mitigasi kebencanaan ini, kata RK, kawaspadaan masyarakat dalam mengenali indikasi bencana sangat diperlukan. Dia mencontohkan, dalam bencana puting beliung biasanya diawali dengan terjadinya cuaca ekstrem. Dari kondisi semula cerah tiba-tiba menjadi gelap disertai embusan angin kencang. Jika kondisi itu dirasakan di beberapa tempat, warga diimbau langsung siaga 1 untuk mempersiapkan diri mengantisipasi kebencanaan.

“Saya tadi menyampaikan ke warga indikatornya dua (bencana puting beliung). Pertama kalau cuaca cerah tiba-tiba jadi gelap itu ciri-ciri akan ada cuaca ekstrem yang berujung pada puting beliung. Kedua, kalau semula panas kemudian tiba-tiba jadi dingin, itu juga akan terjadi cuaca ekstrem. Jika dua hal itu dirasakan di berbagai tempat, warga langsung siaga 1 untuk mempersiapkan diri mengondisikan mengantisipasi kebencanaan yang berujung korban jiwa,” ujar dia.

Disinggung mengenai penanganan bencana puting beliung di Rancaekek, dikatakan RK, dilakukan secara berjenjang. Jika pemerintah kabupaten tidak mampu mem-back up, maka pemerintah provinsi kemudian pusat akan turun tangan. Saat ditanya mengenai alokasi dana yang disiapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam upaya penanganan bencana ini, RK belum bisa merinci hal itu dengan alasan belum diperoleh data rinci mengenai jumlah rumah rusak terdampak, baik rusak ringan, sedang, maupun berat.

“Tentu kalau ada yang kurang-kurang, provinsi mem-back up. Ini juga sudah di-back up oleh BPBD Provinsi Jabar termasuk dari pusat. Nanti dihitung kondisi (rumah) yang rusaknya ringan, sedang, dan berat. Kita memang ada anggaran tidak terduga (dana on call bencana) seperti yang kami bantu di Bogor, Sukabumi, dan wilayah lainnya yang terjadi bencana,” tutur dia.

RK juga menyoroti mengenai rumah rusak yang berada di perumahan Rancaekek Permai II yang diketahui belum ada serah-terima kepada Pemerintah Kabupaten Bandung. RK berpesan agar Pemerintah Kabupaten Bandung segera memanggil pihak pengembang karena kondisi di lapangan keluhan warga perumahan itu sering digenangi banjir.

“Saya titip ke Kabupaten Bandung untuk memanggil pengembangnya membereskan kewajiban dalam infrastruktur dan menyerahkan fasos-fasum supaya dana pemerintah memperbaiki infrastruktur bisa masuk. Sehingga warga harusnya hidupnya normal tanpa harus berkesusahan khawatir dengan situasi seperti ini,” kata dia.

WARGA memperbaiki atap rumahnya yang porak poranda usai dilanda musibah angin puting beliung di Perumahan Rancaekek Permai 2 di Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Minggu 13 Januari 2019. Pasca bencana yang melanda warga berharap pemerintah terkait dapat memberikan bantuan berupa material bangunan guna memperbaiki rumah warga yang terdampak.* ADE MAMAD/PR

Warga terdampak angin puting beliung Rancaekek butuh terpal

Sementara itu, warga terdampak angin puting beliung Rancaekek membutuhkan terpal untuk menutup atap rumah mereka yang rusak. Saat ini, warga mengaku belum bisa menempati rumah mereka terlebih intensitas hujan sudah mulai meningkat.

“(Rumah) Biar bisa ditinggali dulu sebelum ada bantuan perbaikan. Apalagi sekarang sudah mulai hujan terus menerus. Kalau atap rumah ditutup terpal dulu, mungkin bisa ditempati sementara,” ujar seorang warga di Kompleks Rancaekek Permai II, Nandang (49).

Berdasarkan hasil kaji cepat posko warga korban puting beliung yang dilakukan pada Senin 14 Januari 2019 pukul 6.00, jumlah korban terdampak di 5 lokasi terdampak puting beliung sebanyak 2.567 warga dengan 738 rumah terdampak. Lokasi terdampak itu di antaranya Kampung Papanggungan RW 6 (58 rumah, 212 jiwa), Kampung Linggar Jati RW 14 (42 rumah, 160 jiwa), Perumahan Rancaekek Permai II RW 23 (564 rumah, 1.901 jiwa), Desa Bojongloa (53 rumah, 189 jiwa), dan Kelurahan Kencana (21 rumah, 105 jiwa).***

Bagikan: