Pikiran Rakyat
USD Jual 14.288,00 Beli 13.988,00 | Cerah, 23.8 ° C

Penutupan Bandara Husein Sastranegara Bukan Solusi

Tim Pikiran Rakyat
BANDARA Husein Sastranegara.*/DOK. PR
BANDARA Husein Sastranegara.*/DOK. PR

BANDUNG, (PR).- Wacana menutup Bandara Husein Sastranegara perlu dikaji ulang. Pakar Penerbangan Alvin Lie, menilai penutupan Bandara Huseinsastranegara itu bukan solusi yang bijak.

Ia menjelaskan, Kota Bandung membutuhkan bandara karena memiliki daya tarik politik, ekonomi, perindustrian dan perdagangan. Dengan demikian, kata dia, Kota Bandung membutuhkan bandara langsung.

“Itu solusi yang kurang bijak,” kata Alvin Lie saat on air di PRFM 107,5 FM News Channel, Sabtu 12 Januari 2019.

Komentar tersebut dilontarkan Alvin Lie, menanggapi harapan Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat Eryani Sulam, yang ingin agar Bandara Husein Sastranegara ditutup dengan tujuan penerbangan beralih ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Sejak diresmikan Mei 2018 lalu, BIJB Kertajati di Kabupaten Majalengka disebut-sebut sepi peminat.

Terkait hal itu, Alvin Lie menilai penutupan Bandara Husein Sastranegara tidak menjamin pengguna jasa penerbangan akan beralih ke BIJB Kertajati. Menurut dia, Bandara Soekarno Hatta dan Halim Perdanakusuma di Jakarta, justru yang akan lebih berpotensi untuk menjadi pilihan bila Bandara Husein Sastranegara benar-benar berhenti beroperasi.

"Apakah yakin jika Bandara Husein ditutup pengguna jasa penerbangan akan pindah ke Kertajati? Bukannya malah ke Soekarno Hatta atau Halim yang mana infrastrukturnya sudah lebih jelas, jaringan penerbangannya sudah lebih jelas, pilihan penerbangannya lebih banyak," ujar dia.

Dengan demikian, ia khawatir bila wacana penutupan Bandara Husein Sastranegara benar-benar dilakukan. Alvin Lie menegaskan keputusan itu bisa menimbulkan kerugian dua kali lipat.

"Nanti jangan sampai Bandara Husein ditutup Bandara Kertajatinya pun tidak bergerak, nanti malah rugi dua kali," ujarnya.

Sebelumnya, Eryani Sulam mengatakan Bandara Husein Sastranegara didirikan bukan untuk komersial. Selain berharap bandara ini ditutup, ia meminta semua pihak harus terlibat untuk meningkatkan minat masyarakat dalam menggunakan BIJB Kertajati.

"Semua pihak diminta keterlibatannya. Karena untuk menjadikan bandara itu yang sekarang kondisinya masih dianggap sepi, butuh sentuhan semua pihak. Tanpa sentuhan semua pihak saya yakin bandara akan lambat," ucap Eryani.

Ia pun mendesak agar Dinas Perhubungan Jawa Barat untuk lebih proaktif. "Salah satunya nanti akan dibangun aerocity yang dekat dengan bandaranya. Kemudian Komisi III minta fasilitas yang menghubungkan antara bandara ke Indramayu, Bandara ke Kuningan, Dinas Perhubungan Jawa Barat diminta Proaktif. Ketiga ini yang mengelola masih Angkasa Pura. Sementara Angkasa Pura juga mengelola (bandara) yang di Husein. Mudah mudahan kedepan pihak angkasa pura kita berbagi," kata Eryani.(Haidar Syahid Rais)***

 

 

Bagikan: