Pikiran Rakyat
USD Jual 14.393,00 Beli 14.093,00 | Sebagian berawan, 23.3 ° C

Global Village Winter 2019 Ajarkan Generasi Muda Tidak Gagap dengan Perbedaan

Catur Ratna Wulandari
MAHASISWA asing Unpad.*/unpad.ac.id
MAHASISWA asing Unpad.*/unpad.ac.id

BANDUNG, (PR).- Mahasiswa asing dari 11 negara berpartisipasi dalam Global Village Winter 2019, sebuah festival budaya yang digelar oleh AIESEC (Association Internationale des Estudiants en Sciences Economiques et Commerciales) Bandung. Lewat ajang ini, generasi muda diajak mengenal dan mempelajari budaya lain agar tak gagap dengan perbedaan.

Mahasiswa dari Malaysia, Australia, Vietnam, India, China, Korea Selatan, Arab Saudi, Jerman, Kolumbia, Belgia, dan Singapura berbaur dengan mahasiswa dan pelajar Indonesia pada Global Village Winter 2019, yang digelar di Graha Sanusi Universitas Padjadjaran, Sabtu 12 Januari 2019. Kegiatan ini telah digagas AIESEC Bandung sejak lama, namun dibuka untuk umum sejak 2016.

Tak hanya menarik minat mahasiswa, acara ini juga dihadiri pelajar SMA di Bandung dan sekitarnya. Vice President AIESEC Bandung Devira menjelaskan, pengunjung yang terdaftar tahun ini mencapai lebih dari 800 orang. Belum termasuk mereka yang langsung datang pada hari pelaksanaan acara.

Selama ini AIESEC dikenal sebagai organisasi yang memfasilitasi pertukaran mahasiswa. Global Village  merupakan ajang bagi pengunjung untuk menjalin pertemanan baru bahkan bertukar gagasan dengan para mahasiswa asing. 

"Batas dunia sekarang sudah tidak kelihatan. Kami ingin mahasiswa menyadari, perbedaan bukanlah ancaman tapi keindahan," kata Devira.

Ia mengatakan, dalam satu tahun terdapat 170 mahasiswa asing yang terbagi di dua semester. Semester ini terdapat sekitar 40 mahasiswa asing. Mereka berada di Indonesia sekitar satu sampai satu setengah bulan. 

"Ada yang magang di perusahaan start up. Ada juga yang ikut program jadi relawan di sini " ujarnya.

Masyarakat terbuka

Kepala Kantor Internasional Unpad Donny Lesmana mengatakan, kegiatan ini sejalan dengan International Day yang diselenggarakan Unpad. Global Village mengemban misi bahwa Indonesia merupakan masyarakat terbuka.

"Kami sangat terbuka menjadikan mereka bagian dari keluarga. Ada pengenalan budaya, dengan begitu mereka tidak akan tersesat. Tidak ada stereotipe, mereka tahu siapa kita, kita tahu siapa mereka. Setiap orang bisa menghargai perbedaan dan menyikapi kemajemukan," tutur Donny Lesmana.

Saling mengenal satu sama lain akan menghilangkan konflik. Dengan begitu diharapkan perdamaian dunia bisa tercipta. 

Yoo Suhyeon, mahasiswa Korea University, baru seminggu tinggal di Bandung. Ia terkesan dengan hawa sejuk dan pemandangan alam Bandung.

"Di sini lebih panas dari pada di Korea. Tapi di sini banyak pohon, enak sekali," kata mahasiswa jurusan Bahasa Rusia itu.

Ia sebenarnya punya beberapa pilihan negara di Asia untuk mengikuti program relawan. Indonesia sengaja ia pilih karena ini kesempatan pertamanya berkunjung ke sini. Ia berharap bisa mendapat pengalaman seru selama di Bandung.

"Di sini orangnya santai. Kalau di Korea semua orang terburu-buru, sibuk sekali. Saya di sini jadi merasa bebas," ujar Yoo Suhyeon.

Meski informasi tentang budaya, pendidikan, dan berbagai peluang di luar negeri bisa diperoleh dengan mudah lewqt internet, ajang festival budaya macam ini tetap menarik. Aodie Luthan, mahasusw hubungan internasional Universitas Jenderal Ahmad Yani ini sengaja datang ke Global Village. "Ini kesempatan untuk bicara langsung dengan mahasiswa dari luar negeri," ucapnya.

Ia berharap wawasannya lebih terbuka. Selain itu, ia berharap suatu saat berkesempatan untuk ke luar negeri. Entah untuk melanjutkan studi atau mengikuti program pertukaran mahasiswa.***

 

Bagikan: