Pikiran Rakyat
USD Jual 14.311,00 Beli 14.011,00 | Sebagian berawan, 21.8 ° C

Layani Antrean Offline, Kantor Imigrasi Bandung Diserbu Warga Sejak Subuh

Tim Pikiran Rakyat
WARGA mengantre di Kantor Imigrasi.*/DOK. PR
WARGA mengantre di Kantor Imigrasi.*/DOK. PR

BANDUNG, (PRFM) - Dalam rangka memperingati Hari Bakti Imigrasi (HBI) ke-69, Kantor Imigrasi Kelas 1 Bandung membuka layanan di akhir pekan, tepatnya pada tanggal 5, 12 dan 19 Januari 2019. Hari Bakti Imigrasi sendiri diperingati setiap tanggal 26 Januari. 

Layanan di akhir pekan ini direspon antusias oleh warga. Terbukti dari banyaknya warga yang rela datang sejak pukul 00.00 WIB, untuk mendapat nomor antrean.

Padahal layanan di kantor imigrasi baru dimulai pukul 08.00 WIB. "Antrean daftar di kantor imigrasi mulai dari jam 12 malam. Sebelum jam 4 subuh, 100 nomor antrean sudah habis," kata Linda, salah satu warga yang datang ke kantor imigrasi di Jalan Surapati No.82 Kota Bandung, Sabtu 12 Januari 2019.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Imigrasi Kelas 1 A Bandung, Muhamad Agus Irianto mengungkapkan, besarnya antusiasme warga yang daftar langsung dikarenakan kuota antrean offline yang dibuka setiap akhir pekan sudah penuh. Warga yang tidak kebagian nomor antrean memanfaatkan momen Hari Bakti Imigrasi untuk mengurus paspornya.

Ia pun mengingatkan, antrean tidak bisa diwakilkan oleh siapapun, melainkan oleh pemohon langsung. Sebelum mengambil nomor, pemohon diminta untuk melihat kelengkapan dalam persyaratan yang diberlakukan.

"Agar efektif, mereka yang antre sejak subuh ini dicek syarat-syaratnya dan harus dilakukan oleh pihak pemohon langsung. Kalau syaratnya ada yang kurang, tidak bisa ambil nomor antrean," ujar Agus saat on air di Radio PRFM 107.5 News Channel.

Agus menegaskan, Kantor Imigrasi Kelas 1 A Bandung hanya membuka 100 kuota dalam pelayanan paspor simpatik. Masyarakat pun diimbau untuk tidak tertipu oleh oknum-oknum yang menawarkan pelayanan saat kuota sudah habis.

"Masyarakat harus tetap waspada, kami ingatkan kuotanya hanya 100," ucapnya.

Adapun persyaratan bagi pemohon paspor baru yaitu dengan membawa e-KTP, KK, akta kelahiran, ijazah atau buku nikah asli. Sementara bagi pemohon yang ingin melakukan penggantian paspor, diharuskan membawa paspor lama dan e-KTP. 

"Siapkan juga dokumen asli dan fotocopy-nya masing-masing satu. Dilengkapi dengan membawa materai," katanya.(Desy Viani)***

Bagikan: