Pikiran Rakyat
USD Jual 14.291,00 Beli 13.991,00 | Umumnya berawan, 23.9 ° C

Diinisiasi Anis Matta, Giliran Garbi Bandung Dideklarasikan

none
DEKLARASI Gerakan Arah Baru Indonesia di Kota Bandung.* DOK GARBI
DEKLARASI Gerakan Arah Baru Indonesia di Kota Bandung.* DOK GARBI

BANDUNG, (PR). Ratusan warga mengikuti Deklarasi Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) Kota Bandung di Kompleks Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung, Sabtu 12 Januari 2019. Garbi merupakan gerakan yang diinisiasi mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Anis Matta. 

Garbi mulai didengungkan pertama kali di Makassar, Sulawesi Selatan. Setelah deklarasi itu, organisasi ini menyusul dideklarasikan di berbagai daerah di Indonesia. Sejumlah tokoh turut ambil bagian dalam gerakan ini. Salah satunya Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, yang juga mantan kader PKS.

Ketua Garbi Kota Bandung, Ecep Supriatna mengatakan Garbi merupakan organisasi masyarakat yang tidak berafiliasi dengan partai politik manapun. Itu dilakukan karena Garbi ingin turut andil dalam bermasyarakat guna kemajuan bangsa dan negara. Garbi, menurutnya, adalah gerakan arus yang terbentuk dari kesamaan ide dan perasaan yang kemudian di konsolidasikan. Setelah itu, maka lahirlah prosesi deklarasi. "Cita-cita Garbi adalah ingin menjadi bagian dari mitra siapapun dalam berkontribusi di masyarakat demi kemajuan bangsa dan negara," ujarnya.

Ecep menyebut, Garbi sudah tersebar di beberapa daerah di Indonesia. Di Kota Bandung sendiri, perwakilannya sudah tersebar di 30 kecamatan. Ini menjadi langkah awal dalam agenda kegiatan Garbi selanjutnya.

Ecep juga mengatakan, Garbi memiliki filosofi pergerakan dari bawah ke atas. Artinya Garbi memulai deklarasinya dari tingkatan kota kemudian berlanjut ke provinsi dan nantinya di nasional. "Untuk deklarasi sudah dan akan dilakukan dibeberapa kota lainnya. Sedangkan untuk deklarasi di Jabar diagendakan pada akhir Januari atau awal Februari," katanya, melalui rilis yang diterima Pikiran Rakyat.

Ecep menambahkan, pada tahun ini kegiatan Garbi akan berfokus pada pembangunan kesadaran masyarakat atau kesadaran kolektif. Selain itu, sejumlah kegiatan sosial pun akan digulirkan. "Langkah awal di tahun 2019 fokus dalam rangka membangun kesadaran bersama diantaranya dengan menggelar berbagai diskusi. Tujuannya untuk membangun kesepahaman bersama," pungkas Ecep.***

Bagikan: