Pikiran Rakyat
USD Jual 14.291,00 Beli 13.991,00 | Cerah berawan, 26.2 ° C

2.224 Warga Terdampak Angin Puting Beliung di Rancaekek

Handri Handriansyah
BUPATI Bandung, Dadang M Naser meninjau lokasi bencana angin puting beliung di Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Sabtu 12 Januari 2019. Angin puting beliung Jumat sore merusak sekitar 640 rumah yang dihuni oleh 1.038 keluarga.* HANDRI HANDRIANSYAH/PR
BUPATI Bandung, Dadang M Naser meninjau lokasi bencana angin puting beliung di Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Sabtu 12 Januari 2019. Angin puting beliung Jumat sore merusak sekitar 640 rumah yang dihuni oleh 1.038 keluarga.* HANDRI HANDRIANSYAH/PR

SOREANG, (PR).-  Hingga Sabtu 12 Januari 2019 siang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung mencatat total 640 rumah warga mengalami kerusakan akibat angin puting beliung yang terjadi Jumat sore. Tak ada korban jiwa dalam kejadian itu meskipun 15 orang mengalami luka ringan dan 1 luka berat.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Kabupaten Bandung, Sudrajat mengatakan, korban luka berat sudah dirujuk ke RS Hasan Sadikin setelah sebelumnya ditangani oleh RS AMC Cileunyi. "Sementara korban luka ringan sudah kembali pulang setelah ditangani," ujarnya Sabtu.

Menurut Sudrajat, rumah warga yang mengalami kerusakan sebagian besar berlokasi di Komplek Rancaekek Permai 2, RW 23, Desa Jelegong. Di titik itu, total ada 556 rumah rusak. Sementara di RW 02/06 Kampung Papanggungan, ada 50 rumah rusak. Selain itu 34 rumah juga rusak di RW 06 Kampung Jatisari. Ratusan rumah tersebut, kata Sudrajat, dihuni oleh sekitar 1.038 keluarga. "Total warga yang terdampak ada sekitar 2.224 jiwa," ujarnya.

Bencana itu membuat Bupati Bandung, Dadang M Naser menunda rencananya untuk meresmikan masjid di Kecamatan Baleendah, Sabtu pagi. Ia langsung memutuskan untuk lebih dulu meninjau kondisi korban dan lokasi yang terdampak angin puting beliung.

Dadang mengatakan, pihaknya melalui BPBD terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna percepatan pemulihan pascabencana. "Semua turun tangan di sini termasuk TNI, Polri dan relawan, karena selain Jelegong ada lima desa/kelurahan lain yang terdampak yaitu Desa Rancaekek Wetan, Rancaekek Kulon, Tegal Sumedang, Bojongloa dan Kelurahan RancaekekKencana," ucapnya saat meninjau lokasi.

Menurut Dadang, saat ini bantuan logistik sudah disalurkan ke beberapa masjid yang menjadi tempat pengungsian. Sementara untuk bantuan perbaikan rumah akan segera dikoordinasikan dengan instansi terkait, termasuk pihak pengembang Komplek Rancaekek Permai 2.

Di sisi lain, Dadang menegaskan jika Pemkab Bandung tetap akan cepat tanggap saat terjadi bencana. Terlebih cuaca ekstrim pada 2019 dinilai rentan akan terjadinya bencana longsor, gempa bumi, banjir dan puting beliung di Kabupaten Bandung.

Soal anggaran, Dadang mengklaim sudah menyiapkan dana khusus untuk penanganan bencana seperti tahun-tahun sebelumnya. "Tahun ini dana on call untuk bencana ada Rp 15 miliar," ujarnya.

Meskipun demikian, Dadang tetap mengimbau warga untuk waspada dan mengenali tanda-tanda bencana terutama angin puting beliung. Ia menilai bahwa kejadian seperti di Rancaekek, bisa terjadi kapan saja dan di mana saja.

Sementara itu Camat Rancaekek Baban Banjar mengatakan, setidaknya ada tiga masjid yang saat ini digunakan untuk menampung warga terdampak angin puting beliung. "Sekitar 200 warga saat ini mengungsi di Masjid Al Muhajirin, Al Ikhlas dan At Taubah," katanya.

Baban mengaku saat ini pihaknya masih lebih fokus menanangi kondisi korban di pengungsian. Oleh karena itu baru sedikit upaya dilakukan untuk membersihkan dan memperbaiki rumah warga.

Menurut Baban, saat ini sudah ada dapur umum yang didirikan oleh Dinas Sosial Kabupaten Bandung. Begitu juga bantuan obat-obatan, air bersih dan logistik lain dari pemerintah dan donatur sudah berdatangan sejak Jumat malam.

Sementara dari pantauan lapangan, sejumlah warga sudah mulai berusaha memperbaiki rumah mereka dengan bantuan dari personel TNI, Polri dan relawan. "Yang utama adalah memperbaiki atap dulu, karena genteng banyak yang rusak dan hilang tersapu angin," kata salah seorang warga RW 23 Beni (40).

Beni mengaku sebenarnya banyak perabotan rumahnya yang rusak. Namun setidaknya, atap yang sudah tertutup bisa membuat ia dan keluarganya kembali ke rumah.***

Bagikan: