Pikiran Rakyat
USD Jual 14.373,00 Beli 14.073,00 | Sedikit awan, 22 ° C

Waspadai Dampak El Nino di Januari-Februari

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTRASI cuaca buruk.*/ANTARA
ILUSTRASI cuaca buruk.*/ANTARA

BANDUNG, (PR).- Prakirawan BMKG Bandung, Muhammad Ii menginformasikan kondisi cuaca di wilayah Bandung Raya pada Jumat 11 Januari 2019, cerah berawan pada pagi hingga siang. Sementara sore menjelang malam diprediksi hujan dengan intensitas lebat.

"Dalam beberapa waktu ini sudah masuk periode musim hujan. Tapi tidak berlanjut dengan artian kadang hujan kadang tidak, karena ada gangguan tekanan udara di wilayah barat," ujar dia saat on air di PRFM. 

Suhu udara hari ini berkisar 20,2 hingga 29,5 derajat Celsius, dengan kelembapan udara 56 hingga 94 persen, dan angin dari barat daya kecepatan 5 hingga 20 km per jam. Sementara itu, kondisi cuaca di wilayah Jawa Barat masih sama dengan Kamis 10 Januari 2019, yakni cerah berawan pada pagi hari, namun di sebagian wilayah berpotensi hujan ringan di siang dan sore hari.

"Potensi hujan ringan di Karawang, Bogor, Sukabumi dan Priangan Timur," kata Ii. 

Ii menjelaskan suhu udara di Jabar Utara berkisar 23 hingga 33 derajat Celsius, dengan kelembapan udara 60 hingga 95 persen. Sedangkan suhu udara di Jabar Selatan 19 hingga 32 derajat celsius, dengan kelembapan udara 60 hingga 95 persen.

Dampak el nino

Melansir Kantor Berita Antara, Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meterologi BMKG Cilacap Teguh Wardoyo, mengatakan masyarakat mesti mewaspadai dampak El Nino, yang diperkirakan berlangsung pada Januari-Februari. Menurutnya, dampak El Nino kategori moderat tetap perlu diwaspadai, karena diperkirakan akan memengaruhi curah hujan dan kondisi cuaca.

"Biasanya saat puncak musim hujan seperti sekarang ini, setiap hari terjadi hujan, dari pagi hingga sore seolah tanpa ada jeda. Namun karena adanya pengaruh El Nino, biasanya setelah ada hujan akan kering selama beberapa hari," kata Teguh.

Bahkan, kata dia, kadang-kadang kondisi cuaca pada pagi hari hingga siang terlihat cerah dan terasa panas, namun sore harinya terjadi hujan lebat. Menurut dia, saat kondisi cuaca pada pagi hingga siang hari terlihat cerah dan terasa panas, pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) akan meningkat.

Kondisi tersebut dapat memicu terjadinya angin puting beliung. Menurut Teguh, El Nino merupakan fenomena global dari sistem interaksi lautan dan atmosfer, yang ditandai memanasnya suhu permukaan laut (SST) di ekuator Pasifik Tengah (Nino 3,4), atau anomali suhu muka laut di daerah tersebut positif (lebih panas dari rata-ratanya).

"Pengaruh El Nino di Indonesia tergantung kondisi perairan di wilayah Indonesia. Jika suhu perairan Indonesia cukup dingin, El Nino akan mengurangi curah hujan dan sebaliknya jika suhu perairan Indonesia cukup hangat, fenomena global tersebut tidak mempengaruhi curah hujan," katanya.(Asep Yusuf Anshori)***

Bagikan: