Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Sedikit awan, 20.3 ° C

Tiga Faktor Penyebab Angin Puting Beliung Rancaekek

Siska Nirmala
Ilustrasi.*/DOK PR
Ilustrasi.*/DOK PR

BANDUNG, (PR).- BMKG Bandung menjelaskan, bencana angin puting beliung yang terjadi di Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jumat, 11 Januari 2019, disebabkan tiga faktor. Yakni siklus lokal, regional, dan global.

Seperti dilansir Kantor Berita Antara, dari faktor fokal, berdasarkan pantauan citra satelit terdapat pembentukan awan Cumulonimbus di sekitar wilayah Bandung timur dan sekitarnya pada pukul 15.10 WIB.

Dari sisi faktor regional, adanya pertemuan massa udara di sekitar Jabar dan belokan angin (shearline) di Jawa Barat bagian tengah.

Kemudian faktor global, karena terdapat anomali suhu permukaan laut di perairan Jawa Barat yang cenderung hangat sehingga berpeluang terjadi pembentukan awan konvektif potensial hujan.

Diungsikan sementara

Sementara itu korban terdampak angin puting beliung di Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat diungsikan sementara ke beberapa titik lokasi aman, setelah rumahnya mengalami kerusakan.

"Korban sudah dievakuasi di tempat lebih aman, ada yang dibawa ke kantor desa dan juga ada yang mengungsi ke rumah keluarganya," ujar Humas Basarnas Bandung, Joshua Banjarnahor, dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat, 11 Januari 2019, seperti dilansir Kantor Berita Antara.

Joshua mengatakan, akibat musibah tersebut beberapa orang mengalami luka dan satu orang dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis.

Namun, ia belum bisa merinci total jumlah korban terdampak angin puting beliung yang terjadi pada Jumat, sekitar pukul 15.00 WIB tersebut.

Sejumlah rumah juga rusak ringan hingga berat. Saat ini Basarnas, BPBD, TNI, dan Polri tengah melakukan evakuasi serta pendataan.

"Unsur TNI dan Polri ikut juga dalam melakukan assessment puting beliung," kata dia.***

Bagikan: