Pikiran Rakyat
USD Jual 14.210,00 Beli 13.910,00 | Sebagian cerah, 26.8 ° C

Pemprov Jabar Akan Dirikan Badan Pengelola Limbah Regional

Novianti Nurulliah
FOTO udara limbah industri di Sungai Cihaur yang bermuara ke Sungai Citarum di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu, 11 April 2018. Meski adanya larangan membuang limbah oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, data dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mencatat setidaknya 25 perusahaan di Kabupaten Bandung Barat masih membuang limbah industri ke anak Sungai Citarum ini.*/DOK. PR
FOTO udara limbah industri di Sungai Cihaur yang bermuara ke Sungai Citarum di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu, 11 April 2018. Meski adanya larangan membuang limbah oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, data dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mencatat setidaknya 25 perusahaan di Kabupaten Bandung Barat masih membuang limbah industri ke anak Sungai Citarum ini.*/DOK. PR

BANDUNG, (PR).- Pemerintah Provinisi Jawa Barat mewacanakan penanganan limbah industri (limbah B3) didorong untuk dikelola seperti halnya sampah domestik. Hal itu menjadi salah satu solusi dalam mengatasi praktek pelanggaran pembuangan limbah industri yang mencemari lingkungan. 

Nantinya pengolahan limbah industri tersebut didirikan di zona-zona industri di Jabar seperti di Rancaekek maupun Cimahi.

Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan, pihaknya ingin mendorong industri mengelola limbah mereka secara terpadu di tempat pengelolaan limbah yang pemprov akan bangun. Pengelolaan limbah tersebut akan menampung limbah-limbah industri di zona industri.

Hal itu tentunya akan lebih membantu industri karena lebih efisien ketimbang membangun pengolahan limbah sendiri. 

Iwa mencontohkan di kawasan Rancaekek, di sana terdapat 200 industri yang didominasi perusahaan tekstil. Pihaknya akan mendorong keberadaan pengolahan limbah industri di sana. 
Selain di Rancaekek, zona industri lainnya yang akan didorong yaitu di Dayeuhkolot, Cimahi dan juga Kota Bandung. 

"Kita paling bebaskan lahan untuk prosesing unit limbah regional untuk  200 industri di sana. Kita dorong penanganan limbah di perusahaan lebih efisien, karena kalau mereka mengola masing-masing itu mahal," ujar dia, Jumat, 11 Januari 2019.

Menurut dia, pihaknya akan menempatkan tempat pengolahan limbah tersebut di spot-spot industri yang disinyalir banyak melakukan pelanggaran. Namun Iwa belum spesifik bentuk pengolahan limbah tersebut, antara IPAL komunal atau bukan. 

Pihaknya kata dia, akan melakukan survey lahan dan menyiapkan lahan yang dibiayai dari APBD dan pengolahannya akan dilelangkan. 

"Sekarang kan banyak kebuang ke sungai, jadi tempat pengolahan limbah regional. Karena tindakan untuk pelanggar kurang efektif ini adalah solusi," ujar dia. 

Menurut dia, jika pengolahan limbah regional tersebut terwujud maka bisa jadi ini yang pertama meski memang sudah ada di wilayah Kabupaten Bandung tapi tidak optimal. 

Dari segi organisasi, kata iwa pengelolaan limbah regional tersebut akan ditangani oleh sebuah badan atau UPTD di bawah Dinas Lingkungan Hidup. Layaknya Badan Pengelola Sampah Regional, nanti pun akan ada pengelola limbah regional. 

"Organisasinya sudah ada, baru dibentuk nanti impelementasi diharapkan 2019," ucap dia.***

Tags
Bagikan: