Pikiran Rakyat
USD Jual 14.311,00 Beli 14.011,00 | Sebagian berawan, 21.8 ° C

Pangdam III/Siliwangi: Perlu Evaluasi dalam Penanganan Citarum

Mochammad Iqbal Maulud
PANGDAM III Siliwangi Tri Soewandono saat melakukan kunjungan ke Kantor Pikiran Rakyat, Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung, Kamis, 10 Januari 2019.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR
PANGDAM III Siliwangi Tri Soewandono saat melakukan kunjungan ke Kantor Pikiran Rakyat, Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung, Kamis, 10 Januari 2019.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

BANDUNG, (PR).- ‎Baik TNI, Polri maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat perlu bersinergi dalam menangani pencemaran Sungai Citarum. Permasalahan yang perlu diselesaikan ini adalah limbah pabrik, sampah, sedimentasi dan hutan di bantaran sungai.

Berikut diungkapkan oleh Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal Tri Soewandono selaku Wadansatgas Citarum. Pernyataan ini disampaikan Tri saat mengunjungi Kantor Pikiran Rakyat, Jalan Asia Afrika No 77, Kota Bandung, pada Kamis 10 Januari 2019.

Menurut Tri, sinergitas ini amat dibutuhkan demi kelancaran Program Citarum Harum tersebut. Apalagi Perpres No 15 tahun 2018 sudah dikeluarkan resmi, sehingga dibutuhkan kerjasama semua pihak dalam penanganan Citarum ini.

"‎Penanganan limbah sudah ditangani dengan banyaknya anggota Kodam III/Siliwangi yang menjaga siang malam untuk Sungai Citarum.‎ Sementara saat dilakukan inspeksi para pembuang limbah ini rata-rata keberatan dengan pembuangan melalui IPAL. Seperti diketahui IPAL ini membutuhkan biaya yang mahal," katanya.

Masalah lainnya yang belum terselesaikan, lanjut Tri, yaitu masalah sampah‎ terutama masalah sampah rumah tangga. Tetapi masalah sampah ini sebenarnya bisa diselesaikan jika nantinya ada tempat-tempat sampah di bantaran Sungai Citarum.

"Selama ini kita hanya terfokus membuang sampah di TPA Sarimukti, seharusnya ke depan ada tempat lainnya," katanya.

Problem mengenai sampah yang perlu dipecahkan adalah terkait pembiayaan di lapangan. Semisal biaya pembuatan tempat sampah, biaya operasional mobil pengangkut sampah dan problem teknis di lapangan lainnya.

"Ini harus dipikirkan matang-matang‎ solusinya agar segera tertangani dengan baik," ucapnya.

Tri juga menyatakan, Kodam III/Siliwangi pun‎ masih menunggu keputusan langkah-langkah penanganan Citarum ke depan. Keputusan ini diharapkan akan ada setelah berlangsungnya Citarum Expo yang akan diadakan pada 21 Januari 2019.

PANGDAM III Siliwangi Tri Soewandono (tengah) menyampaikan pemaparannya didampingi Direktur Utama PT Pikiran Rakyat Perdana Alamsyah (kiri) dan Komisaris PR dan PR TV Haris Darmawan saat melakukan kunjungan ke Kantor Pikiran Rakyat, Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung, Kamis, 10 Januari 2019. Kunjungan tersebut sebagai upaya mempererat sinergitas antara kedua instansi.*/ARMIN ABDUL JABBAR/PR

Di lain hal Tri pun mengakui ada kekecewaan dari para penggiat lingkungan atas pernyataan Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Seperti diketahui pernyataan tersebut dimuat pada HU Pikiran Rakyat pada Minggu 30 Desember 2019 lalu.

"Kita kumpul dulu lah‎, memang ada keinginan Pak gubernur yang belum terakomodir, kita koordinasikan lah ke depannya. Ke depan Kodam III/Siliwangi dan Pemprov Jabar akan lakukan evaluasi," ucapnya.

Ditambahkan Asisten Teritorial Kodam III/Siliwangi Kolonel Infanteri‎ Adri Koesdiyanto. Menurut Adri banyak penggiat lingkungan yang kecewa terhadap pernyataan Ridwan Kamil tersebut. Terutama mereka yang telah bekerja siang malam 10 bulan di lokasi bantaran Sungai Citarum.

"Ada juga dari beberapa lembaga swadaya masyarakat, yang kecewa, ditambah pula dengan adik-adik mahasiswa. Para mahasiswa ini di antaranya dari UPI dan Unair. Ke depan bahkan Presiden Joko Widodo akan membuat program KKN bagi mahasiswa. Program ini  khusus melakukan giat di bantaran Sungai Citarum," kata dia.

3 tahun

Di lain hal Adri juga menyatakan ‎dalam kurun waktu 3 tahun, Kodam III/Siliwangi dibantu masyarakat akan menyelesaikan permasalahan hutan dan sedimen.

Caranya adalah dengan target pembibitan 80 ribu hektare lahan. Sementara jumlahnya adalah 125 juta pohon. Seperti diketahui hanya dalam beberapa bulan ratusan ribu pohon telah ditanam di bantaran sungai.

"Nanti ke depan dari 23 sektor yang ada di Citarum juga akan dibantu anggota TNI di luar Kodam III/Siliwangi. Seperti dari Kostrad, Paskhas, dan dari kodam-kodam lainnya di luar Kodam III/Siliwangi," kata Adri.

Setelah pembibitan ini lanjut dia, penyelesaian Citarum pun akan berlanjut ke masalah yang ada di 3 waduk di Jawa Barat. "Yaitu banyaknya keramba jaring apung yang jumlahnya ratusan ribu. Karena yang diperbolehkan hanya berjumlah‎ 4000 saja," katanya.***

Bagikan: