Pikiran Rakyat
USD Jual 14.288,00 Beli 13.988,00 | Sebagian cerah, 20.3 ° C

Koperasi ASN Jawa Barat Bukukan Keuntungan Rp 4,9 Miliar

Fani Ferdiansyah
ILUSTRASI ASN.*/DOK PR
ILUSTRASI ASN.*/DOK PR

BANDUNG, (PR).- Koperasi Konsumen Praja Sejahtera (KKPS) Jawa Barat berhasil membukukan laba sebanyak Rp 4,9 miliar. KKPS yang merupakan wadah koperasi aparatur sipil negara atau ASN di Pemprov Jawa Barat ini, membukukan laba sebanyak itu sepanjang tahun 2018.

"Alhamdulillah, KKPS dalam tiga tahun terakhir terus untung. Laba tahun 2016 untung Rp 356 juta, tahun 2017 Rp 3,2 miliar, tahun 2018 untung Rp 4,9 miliar," kata Ketua KPPS Iwa Karniwa, seusai membuka Rapat Anggota Tahunan KPPS Tahun Buku 2018 di Bale Asri Pusdai Jabar, Kota Bandung, Kamis 10 Januari 2019.

Menurut Iwa, selama tahun 2018 semua program kerja yang diamanatkan kepada pengurus dapat dilaksanakan sesuai target, salah satunya ialah rencana pembelian saham PT BIJB (Bandara lntemasional Jawa Barat) Kertajati. Iwa yang juga menjabat sebagai Sekda Jawa Barat ini mengatakan, KPPS telah mengajukan penawaran Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT BIJB yang digelar 26 Desember 2018, menyetujui melepas kepemilikan saham setara 2,26 persen, atau setara Rp 51 miliar pada KKPS.

"Separuh dana pembelian tersebut diminta disetorkan paling telat dua minggu setelah RUPS. Sedangkan sisanya akan disetorkan bulan Desember 2019," ujarnya seperti ditulis Antara.

Ia mengatakan KKPS lewat dua kali rapat pengurus, yakni pada rapat pengurus KKPS terakhir pada 3 Januari 2018, diputuskan agar menyetorkan Rp 25,875 miliar untuk pembelian 1,13 persen saham PT BIJB. Kepemilikan saham tersebut, kata Iwa, menandai koperasi ASN Jawa Barat sekaligus menjadi pemilik BIJB Kertajati.

KPPS sudah resmi sebagai pemegang saham PT BIJB. Oleh karena itu, KKPS optimistis dana pembelian saham itu bisa kembali dengan nilai berlipat setelah PT BIJB menanggung untung, dan deviden yang disetorkan PT BIJB bisa Iangsung dirasakan anggota koperasi saat pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU).

"Ini merupakan bagian dari program kerja koperasi, di mana koperasi itu ingin besar. Kalau mau besar, aktivitasnya tidak cukup hanya dengan melayani anggota melalui simpan-pinjam, tapi harus masuk ke usaha tapi bisa menghasilkan," kata dia.

Iwa mengatakan target aset KKPS pada tahun 2018 sebesar Rp 100 miliar pun terlampaui dengan realisasi Rp 117,8 miliar, dan realisasi pendapatan tahun 2018 mengalami kenaikan dari Rp 4,3 miliar pada tahun 2017, pendapatan tahun 2018 mencapai Rp 5,9 miliar. Sedangkan untuk Sisa Hasil Usaha (SHU) 2018 sebesar Rp 3,8 miliar, mengalami sedikit kenaikan dibanding 2017 yang mencapai Rp 3,1 miliar.

Aset lancar

Seiring capaian positif itu, Iwa menargetkan pada 2019, KPPS Jawa Barat membidik aset Iancar hingga Rp 179,2 miliar. "Dengan perhitungan bisnis yang tepat, kami optimistis, target ini bisa terealisasi. Pada tahun 2018, beberapa program kerja yang sudah dilaksanakan diantara penjajakan saham di Jamkrida, penjajakan bisnis retail dan properti, membuat sistem aplikasi keuangan, website dan aplikasi layanan anggota via internet," katanya.

Sedangkan untuk mendirikan PT (perseroan terbatas), saat ini ada empat PT yang dimiliki koperasi, yakni PT Taman Tata Rumput Bersma (PT TTRB), PT Resik Indah Cemerlang (PT RIC), PT Gudang Transportasi Bersama (PT GTB) dan PT Griya Asri Bersama (PT GAB).

Selain itu pihaknya juga mengharapkan ke depan koperasi yang dipimpinnya bisa menjadi salah satu koperasi terbaik di Tanah Air. Dia menargetkan, koperasi dapat menyabet sertifikat ISO 9001 untuk menjamin mutu berstandar internasional.

Hal itu merupakan salah satu keseriusan KKPS Jabar dalam membangun koperasi bersama mewujudkan cita-cita, yakni KKPS menjadi koperasi skala besar nasional mau pun internasional.***

Bagikan: